Indonesia Perlu Kerja Sama Kelautan dan Kemaritiman dengan Asia Afrika

Di dunia sekarang ini, di mana perbatasan geografis antar negara menjadi tidak pasti dan pergerakan manusia telah bertumbuh secara berlipat ganda, pemerintah dari seluruh dunia menghadapi tantangan yang sama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional mereka sendiri (ekonomi, politik, dan keamanan) dan posisi mereka di kancah internasional.

DSC_1570

“Dengan kemunculan Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di dunia, penting bagi Australia dan kekuatan regional lainnya untuk mempererat hubungan dengan Indonesia. Ini harus terjadi di sejumlah besar kegiatan, seperti ekonomi dan perdagangan, politik, dan keamanan, kebudayaan, dan seni,” kata Professor Tim Dunne dari Universitas Queensland.

Menurut Hasjim Djalal, anggota Dewan Maritim Indonesia, negara maritim adalah negara yang tahu bagaimana menggunakan, melindungi, dan membela ruang serta sumber daya maritimnya. “Karena itu, Pemerintah Indonesia mengemban peran dan tanggung jawab penting tidak hanya pada masyarakat, tetapi juga di dalam wilayah regionalnya,” ujar Hasjim.

Photo III

Menurut Hasjim, banyak yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, di antaranya dengan bekerja sama dengan negara lain di bidang ilmu pengetahuan. “Indonesia bisa bekerja sama di bidang ekonomi dengan negara-negara Asia Afrika yang maju, seperti dengan Cina, India dan lainnya. India dan Cina  itu sangat maju di bidang penelitian kelautan, kita bisa bekerja sama di bidang ilmu pengetahuan untuk penelitian ilmiah kelautan,” ungkapnya.

Setelah berpuluh-puluh tahun, pemerintah Indonesia memiliki tugas untuk membenahi perekonomian. “Pembenahan itu harus dimulai dari hal-hal yang langsung berhubungan dengan rakyat. Kalau saya lihat Jokowi tentang tema kemaritiman, itu tema pokoknya terlihat yang banyak kaitannya dengan kehidupan rakyat kecil. Kalau menurut pandangan saya yang erat dengan rakyat yaitu perikanan dan lingkungan,” papar Hasjim.

Masih belum digarap secara maksimal, Hasjim memaparkan bahwa laut mempunyai potensi dalam bidang pertambangan mineral. Menurutnya, saat ini pertambangan mineral masih sebagian besar berada di darat. “Kalau saya melihat di lautan itu banyak terdapat mineral. Yang saya sedikit sesalkan adalah selama puluhan tahun ini tidak jadi perhatian utama Indonesia. Yang baru kita ambil di dasar samudra itu baru timah di Bangka, di sepanjang pantainya,” tambahnya. Meski demikian, Hasjim berpendapat bahwa masih belum terlambat untuk mulai menggarap mineral yang berada di dasar laut Indonesia.

Hasjim secara pribadi mengharapkan selain perikanan dan lingkungan, pemerintah Indonesia dapat melakukan modernisasi di bidang  ilmu pengetahuan kelautan dan kemaritiman.“Saya pribadi ingin melihat adanya modernisasi di bidang ilmu pengetahuan kelautan dan kemaritiman. Kemaritiman itu sifatnya untuk penggunaan laut seperti transportasi dan wisata. kalau kelautan lebih ke sumber daya alamnya, seperti perikanan dan mineral,” tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)