Kiat Express Cari Kepala Pool

Kekuatan PT Express Transindo Utama Tbk (Express Taxi) sangat dipengaruhi kualitas ke-23 kepala pool di wilayah Jabodetabek. Ini adalah salah satu posisi strategis mengingat besarnya amanah yang diemban.

"Kepala pool harus menyiapkan orang dibawahnya sebagai salah satu penilaian KPI. Karyawan kami mayoritas yakni 60% ada di pool, ada 45-50 orang. Sisanya, di supporting dan manajemen," kata Hestri Setyaningsih, GM Human Capital Express Taxi.

Menurut dia, manajemen sejak awal menyampaikan kesempatan karier terbuka lebar Express Group. Sejak 2010-11, perseroan menerapkan penilaian dengan KPI (Key Performance Index) untuk mendapatkan pemimpin yang ideal dan bisa menjawab tantangan zaman yang terus berubah.

hestri-setyaningsih-pt-express-transindo-utama Hestri Setyaningsih, GM Human Capital Express Group.

"Kami juga mengembangkan Human Capital Information System. Data karyawan, terkait job disscription , kualifikasi dan job requirement lengkap. Ketika dibutuhkan untuk posisi tertentu, gap antara standar kualitas dengan yang ada makin kecil," ujar dia.

Ini untuk meminimalkan proses pencarian pemimpin berdasarkan like and dislike. Dahulu, orang yang populer di pool bisa mendapatkan amanah menjadi kapala pool meski tidak punya kompetensi yang sesuai. Saat ini, semua karyawan punya peluang yang sama untuk menduduki kursi tersebut.

"Orang merasakan putaran karir dulu baru bisa di posisi puncak. Dengan cara ini kandidat kepala pool tidak harus dari pool tersebut. Sekarang, pool tidak bisa memaksa kandidat di dalam poolnya. Mereka yang punya kemampuan lebih dapat kesempatan lebih," katanya.

Maklum, tugas seorang kepala pool tidak ringan. Pertama, mereka mengelola bengkel untuk perawatan kendaraan. Apalagi, perusahaan berencana menambah ribuan armada pada tahun ini. Pengelola bengkel, yang jumlahnya 9 orang mendapat pelatihan secara rutin dari Auto2000.

Kepala pool juga harus bisa memotivasi mitra pengemudi taksi untuk meraih kinerja bagus. Dengan sistem kemitraan, pada tahun ketujuh, kendaraan menjadi milik para mitra. Sehari-harinya, driver seperti wirausaha.

"Dia yang mengelola sendiri yang mau dicapai hari itu, berapa yang disetor dan berapa yang mau dipegang mitra," katanya.

Pelatihan harus dilakukan terus mengingat banyaknya karyawan dengan latar belakang pendidikan sekolah menengah atas. Misalnya, briefing mitra pengemudi setiap pagi. Di dalam pool pun ada TV yang disiapkan untuk sosialisasi hal-hal baru di Express Taxi.

"Terutama, saat Express telah memiliki aplikasi MyTrip. Driver harus merasakan pentingnya aplikasi ini. Organisasi bergerak terus. Setiap karyawan di Express Group harus melek IT," kata dia. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)