Kiat Irvandi Ferizal dalam Membangun Employer Branding Maybank Indonesia

Untuk mewujudkan employer branding dalam proses membangun keunikan identitas dan nilai perusahaan yang membedakan perusahaan dari kompetitornya, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) dengan total karyawan berjumlah 11.319 orang, menerapkan Employer Value Proposition (EVP) “Go Ahead” dalam memperlakukan karyawannya.

Irvandi Ferizal saat Malam Penghargaan HR Excellence Award 2016 di Hotel Shangri-La, Jakarta, (24/2). Irvandi Ferizal saat Malam Penghargaan HR Excellence Award 2016 di Hotel Shangri-La, Jakarta, (24/2).

Hal itulah yang diungkapkan oleh Irvandi Ferizal, Human Capital Director Maybank Indonesia yang menjadi juara dalam Human Resources Excellence 2016 kategori Performance Management yang diselenggarakan oleh Majalah SWA bekerja sama dengan Lembaga Management Universitas Indonesia (LM UI) dan PMSM (Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia) Indonesia.

Bank dengan jumlah nasabah di Indonesia sebanyak 5,8 juta orang ini menawarkan kesempatan bagi karyawannya untuk "Grow, Fly, Create & Care". Pertama adalah Go Ahead Grow, yaitu komitmen Maybank untuk memberi kesempatan bagi karyawan agar terus tumbuh dan berkembang secara personal. Kedua adalah Go Ahead Fly, yaitu sebagai bagian dari grup Maybank, karyawan diberi fasilitas pengalaman kerja internasional. “Kali ini kami mengirimkan 15 karyawan di beberapa negara seperti Inggris, Malaysia, Mauritius, dan negara-negara lain,” ujar Irvandi yang menjadi lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dengan predikat cum laude pada tahun 1991.

Kemudian Go Ahead Create adalah karyawan ditantang agar terus berpikir kreatif dan inovatif demi sustainable growth bagi Maybank Indonesia. Serta yang keempat adalah Go Ahead Care yaitu menyelaraskan dengan misi Maybank yaitu memanusiakan jasa keuangan. “Kami tidak hanya mencari nasabah, tetapi juga merangkul orang-orang kami dan menyadari tanggung jawab sosial perusahaan kami. Kami diciptakan sebagai financial services yang humanizing dan melayani dengan hati,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PMSM.

EVP tersebut diterjemahkan dalam Sustainable Performance Management yang dapat meningkatkan High Performance Culture sehingga tercipta produktivitas yang baik dan employee engagement. Dalam penerapannya ada beberapa hal yang Maybank Indonesia lakukan, diantaranya adalah menyederhanakan proses Performance Management dengan menggunakan online-based, one stop system yaitu MyHR2u. Sistem HR ini sebagai employee self service dan manager self-service yang memudahkan semua proses HR dilakukan, serta mensosialisasikan produk produk Divisi Human Capital, termasuk program pengembangan karyawan. Corporate Portal (Corporate University) Maybank Indonesia juga tersedia untuk mengkomunikasikan kepada seluruh karyawan perihal pesan manajemen, kebijakan perusahaan, dan kegiatan karyawan.

Kedua adalah Performance Conversation & Coaching, yang memastikan kualitas dialog tetap terjaga. Perusahaan juga menyediaakan in-house Executive Leader Coach (ELC) yang tersertifikasi untuk memberi masukan-masukan kepada para business leader. Sedangkan bagi para sales terdapat Performance Monitoring Program (PMP) untuk memotivasi dan meningkatkan produktivitas.

Selain itu, strategi lain yang diterapkan adalah adanya proses appeal, dimana karyawan dapat mengajukan proses banding, jika tidak menerima hasil penilaian kinerjanya. Saat diterapkan perlu memastikan semua manager memiliki kemampuan dalam proses appraisal yang objektif dan menghindari proses bias yang banyak terjadi. “Dukungan teknologi, kadang-kadang membuat kita kehilangan kedalaman komunikasi dalam berdialog daripada hanya sekedar persetujuan melalui sistem saja. Untuk ini kami berkesinambungan melakukan pengembangan managerial termasuk di dalamnya membantu ketrampilan dalam melakukan powerful conversation,” kata Irvandi.

Adapun rencana ke depan bagi HR Maybank Indonesia adalah senantiasa melakukan perbaikan berkesinambungan dalam bidang performance management. “Meningkatkan kualias dialog yang dilakukan oleh para manager dalam feedback kinerja karyawan, menajamkan kualitas KPI yang ditetapan di awal tahun dengan strong alignment kepada target bisnis, meningkatkan kualitas kalibrasi pada saat penetapan hasil kinerja karyawan, dan melakukan simplifikasi rating dengan hanya menjadi dua penilaian yaitu mencapai target dan tidak mencapai target agar mencerminkan kinerja sesungguhnya dari tiap karyawan,” tutup Irvandi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)