Kiat Telkomsel Memenangkan Persaingan

Kelas menengah adalah pasar yang potensial seiring pertumbuhannya yang kian pesat sejak tahun 2010. Telkomsel pun sadar yang melakukan beberapa langkah strategis agar produknya menjadi pilihan utama konsumen. Dalam riset kelas menengah yang digelar Majalah SWA bekerjasama dengan Inventure, Telkomsel terlihat dominan dipilih kelas menengah terutama untuk kategori produk pascabayar (Kartu Halo), koneksi internet (Flash) dan berada di posisi dua untuk kartu pra bayar.

Tuty Rahma Afriza, GM Youth and Community Product Marketing Telkomsel menuturkan, pihaknya memiliki strategi khusus sesuai dengan target pasarnya, melalui berbagai macam produk Telkomsel, mulai dari dari Kartu Halo, Simpati dan Kartu As. Kartu Halo tentu biasanya mereka yang masuk dalam golongan menengah ke atas, yang tidak ingin disibukan dengan top up atau isi ulang. “Itu semua terlihat dari fitur dengan yang diinginkan dari semua produk. Telkomsel tentu saja melakukan riset konsumen tentang ini,” katanya.

Adhi Putanto, Tuty Rahma, Arian Fajar, Tim Marketing Telkomsel Adhi Putanto, Tuty Rahma, Arian Fajar, Tim Marketing Telkomsel

Arian Fajar Istanto, GM Postpaid and International Product Telkomsel menjelaskan Kartu Halo sebelumnya diposisikan untuk kelas atas. Belakangan, kartu pascabayar itu juga menyasar kelas menengah yang semakin besar dari tahun ke tahun. Pasar tersebut jelas sangat potensial untuk dimasuki. Bagaimana caranya? Perseroan mulai melakukan perubahan produk berikut pricingnya menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada di segmen itu. “Mulai dari tarif, produk, hingga layanan servisnya. Diferensiasi produk memang dibuat untuk meng-address segmen kelas menengah ini,” kata pria yang sebelumnya berkarier di XL ini.

Salah satu contohnya adalah Halo Multiline, ini adalah terobosan untuk pelanggan yang memiliki gadget lebih dari satu (laptop, tablet, beberapa ponsel), meski ada beberapa nomor yang digunakan untuk gadget-gadget tersebut, tagihannya cukup dijadikan satu. Juga Halo Fit adalah untuk menggarap segmen menengah dengan tujuan memberikan konsumen kenyamanan di tagihan bulanannya. “Selama ini, dari pre paid, mau pakai Kartu Halo, orang takut tagihannya jebol, terlalu besar. Halo Fit membuat pelanggan bisa membatasi tagihannya, agar para pemegang pre paid bisa mencoba post paid,” ujarnya.

Adhi Putranto, GM Prepaid Core Product Marketing Telkomsel menambahkan Telkomsel melakukan terobosan untuk menggarap pasar kelas menengah. Salah satu, mengedepankan layanan data yang kini menjadi kebutuhan utama pengguna jaringan selular. Pada tahun 2007 silam, saat Telkomsel baru saja meluncurkan layanan 3G, Flash mulai booming. Salah satu program yang sangat fenomenal untuk Simpati Flash adalah kampanye Dance Like Agnes (Agnes Monica) yang dieksekusi dengan 360 execution.

“Kampanye ini menggerakan semua lini komunikasi, advertising, sosial media, digital advertising. Ini merupakan kampanye yang sangat sukses untuk layanan data Telkomsel. Kami satu-satunya operator yang konsisten bicara tentang broadband. Kami yang pertama meluncurkan Blackberry data services untuk pre paid. Kami juga pionir dalam hal paket data berdasarkan volume, yakni Simpati 2 GB,” katanya. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)