Kisah Inspiratif Berjualan di Toko Online

Memulai bisnis tidak dibatas usia dan tempat, seperti yang dilakukan Dedy Indrawan (34) dalam memulai bisnis sprei dan bed cover. Ia dan sang istri memulai bisnis secara online sejak tahun 2009. Pada awalnya ia bekerja sebagai seorang staf pemasaran di sebuah bank swasta.  Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia juga bekerja sebaga tukang ojek di malam hari.

Sayangnya, usaha ini tak bertahan lama, hingga akhirnya ia mencoba peruntungan lain. Ia pun memulai usaha door to door untuk menawarkan produk asuransi. Tapi, usaha ini tak kinjung berhasil untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Toh, dia pantang menyerah, karena memiliki prinsip bahwa perubahan haruslah dimulai dari diri sendiri dan sedini mungkin. Lalu, ayah dua anak ini akhirnya memutuskan untuk berjualan sprei dan bed cover secara online. “Saya tidak tega membiarkan istri dan dua anak saya tinggal di sebuah kontrakan kecil semumur hidup,” ujarnya dengan wajah sendu.

SAMSUNG CAMERA PICTURES SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kekurangan modal, tak membuatnya berputus asa dalam memulai usaha, ia pun meminjam uang kepada seorang kerabat. Menurutnya, berbisnis melalui internet tak membutuhkan modal yang besar namun bila dikelola dengan baik akan bisa memberikan hasil yang maksimal.

Kini, pria yang mengelola toko online Jaxine Sprei dan Bedcover ini, telah memetik hasil dari perjuangannya. Sebuah rumah, tiga buah mobil, dan empat sepede motor kini telah dimilikinya. Kisah perjuangannya ini diceritakan di Tokopedia Roadshow di Medan.

Selain Dedy, ada juga Rahajeng Dyah Savitri, mahaisiwa yang telah berhasil dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya. Wanita berusia 21 tahun ini mengawali bisnis organizer dari hobinya, di mana dia memiliki ketertarikan terhadap bidang kerajinan tangan organizer.

Menjadi seorang mahasiswi, tak menghalanginya dalam berbisnis, ia justru bersemangat dalam memasarkan produknya melalui toko online. Ia menjual produknya melalui online open market place Tokopedia. Wanita yang biasa dipanggil Ajeng ini pun sudah berhasil menggaet beberapa perusahaan besar untuk menjadi pelanggan tetapnya.

Ia juga tidak ingin menikmati kesuksesannya sendiri. Kini, dia aktif dalam mengadakan kegiatan sosial bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah pembagian sembako dan senam bersama ibu-ibu di sekitar rumahnya. “Selalu mengucap syukur dan membantu orang lain adalah kunci dalam bisnis saya,” ujar Ajeng.

Menurut Siti Fauziah, Public Relation Tokopedia, kedua pebisnis tersebut adalah contoh bagaimana msyarakat bisa memulai bisnis mereka dari toko online. Harapannya dengan adanya talkshow ini, masyarakat bisa berani untuk membangun bisnis secara online. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)