Kisah Unik Bos Touchten di Balik Dana dari Jepang

Agama mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik kepada sesama. Bahkan, yang belum kita kenal sekalipun. Ini juga yang menjadi pengalaman unik Founder/CEO Touchten, Anton Soeharyo.

Masalah pendanaan memang kerap menghadang hampir seluruh startup di dunia. Itulah kenapa banyak bermunculan perusahaan modal ventura (Venture Capital) yang memang didesain oleh pemerintah setempat untuk membantu para perusahaan rintisan membesarkan bisnisnya hingga stabil.

“Startup itu seperti anak, saudara, pacar, yang harus dijaga dengan baik. Tapi, itu tidak mudah. Ada banyak tantangan, salah satunya dari sisi pendanaan,” kata Anton di sela acara Tech in Asia 2015 di Jakarta.

Ia berkisah pada 2012 membutuhkan pendanaan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis pengembangan game miliknya. Namun, tak kunjung ada Venture Capital yang bersedia memberikan pendanaan.

Hingga suatu hari, ada seseorang yang tak dikenal memberinya pesan di Facebook, mengajaknya bertemu. Orang asing itu mengaku ingin belajar dan meminta saran padanya tentang bagaimana merintis usaha.

anton

“Dia mengajak ngopi sembari ngobrol. Setelah saya beri masukan, dia hanya bilang thanks. Tiga bulan kemudian, dia menghilang,” katanya.

Setahun kemudian, tepatnya Februari 2015, proposal pendanaannya ditolak. Rencana untuk mengembangkan Touchten terpaksa ditunda. Menurut dia, pasar di industri game saat itu memang tak sebagus beberapa tahun sebelumnya. Terlebih situasi bisnis tahun ini masih belum menentu.

Orang asing yang dulu mengajaknya bertemu dan minta nasihat mendadak muncul lagi. Melihat wajah Anton yang lesu, ia kemudian menawarkan sebuah nama yang kemungkinan bisa diajak berkolaborasi untuk mengembangkan Touchten.

“Saya sempat sebel karena orang yang dimaksud sempat membatalkan janji dua kali dan pada pertemuan selanjutnya datang terlambat satu jam. Saya kemudian diminta datang ke Tokyo untuk pertemuan tahap selanjutnya,” katanya.

Ia semringah begitu mengetahui bos perusahaan yang direkomendasikan orang asing yang dikenalnya via Facebook itu, yakni GREE, tertarik mengucurkan pendanaan. Tak hanya GREE yang datang, ada juga 500 startups yang bertindak sebagai co-investor.

Ini adalah pendanaan kesekian yang diraih Touchten setelah sebelumnya diperoleh dari Ideosource pada 2011 (Venture Capital lokal), dan Cyber Agent, TMS Entertainment (grup Sega Sammy), UOB Venture Management pada 2013.

“Jadi, apapun masalah yang mendera, jangan menyerah, tetap berpikir jauh ke depan, dan bersikap baik kepada semua orang. Yakinlah, kemudahan akan datang,” kata dia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)