Kolaborasi Viro & Ary Indra di ICAD 2017

Indonesian Contemporary Art and Desain (ICAD) kembali digelar. Kegiatan yang digelar untuk ke-8 kalinya ini berlangsung di Grandkemang pada tanggal 2 Oktober hingga 15 November 2017.

Bertemakan “Murni” tahun ini ICAD lebih banyak melibatkan 50 seniman lintas generasi dan lintas disiplin, mulai dari desainer, perupa, hingga filmaker dan juga melakukan kolaborasi dengan berbagai komunitas,

Tahun ini Virobuild berkolaborasi dengan Ary Indra pendiri Aboday Architect menampilkan sebuah karya yang berjudul There’s Evil. Ary menjelaskan, karyanya yang berbentuk mata di atas gedung dan cakar yang mencengkeram di sisi depan gedung itu dinamakan “Buto Beeru”. “Filosofi buto itu sendiri berasal dari budaya saya sebagai orang Jawa. Konsepsi ruang. Buat orang Jawa, ruang kosong itu kekuatan. Buto ini mengonsepsi budaya saya dengan ruang,” jelasnya.

Johan Yang,Vice President for Sales and Marketing Virobuild,  mengatakan, pihaknya mendukung penuh dalam karya pendiri Aboday ini. Karya ini terbuat dari metal frame yang difabrikasi oleh Virobuild. "Bola mata menggunakan anyaman rotan sintetis Viro warna white washed dan hitam. Evil yang digambarkan mempunyai badan yang tertutup rambut berwarna biru ini menggunakan Virothatch (alang-alang sintetis Viro) yang dimodifikasi menjadi warna biru turquoise. Sedangkan untuk cakar, Viro menggunakan sintetis Viro warna white washed yang dianyam membentuk kerangka yang sudah dibuat. Ini kali kedua kami mensponsori karya Ary Indra sejak 2015 silam di pameran Bravacasa,” ujarnya.

Menurutnya, Viro bukan hanya organisasi, namun satu tim yang berkolaborasi dengan komunitas arsitek, interior desainer supaya bisa menciptakan kreasi yang lebih unik. Hal ini dibuktikan pada 2015, Viro juga berkolaborasi dengan tiga arsitek Ruby Roesli, Miranti Gumayana dan Dani Hermawan. Membuat Pavilion Indonesia di World Expo Milan, 2015. Karya ini didesain oleh Trio Arsitek  - yang mengusung tema besar World Expo 2015 “Feed the World” -- mendapat inspirasi dari anyaman Bubu Ikan, sebagai alat untuk mencari makan bagi masyarakat Indonesia yang merupkan bangsa maritim

“Material Viro, merupakan material fiber sintetis yang tahan lama, anti toxic, serta dapat di recycle, merupakan bahan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan para desainer dan arsitek alam mewujudkan desain mereka,” jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)