Konsistensi Wismilak Besarkan Bisnis Selama 55 Tahun

Konsistensi menjadi kunci dalam menjalankan sebuah bisnis yang telah dibangun sejak lama. Dan Wismilak berhasil membuktikan bahwa posisinya dapat bertahan selama 55 tahun.

Ya, industri rokok sebagai bagian dari industri konsumsi sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat Indonesia. Bertahannya Wismilak hingga kini, berkat berbagai kebijakan strategis perusahaan. Menurut Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur, Ronald Walla, Wismilak terus meningkatkan volume produksinya dan penjualan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Selain itu, kegiatan pemasaran yang terencana berguna untuk menjaga gross margin sebesar 30% dan berusaha meningkatkan perolehan angka penjualan sebesar 10,7%.

Positioning Wismilak yang dapat bertahan hingga 55 tahun ini juga menjadi bukti keberhasilan dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik. “Ini merupakan sebuah komitmen. Dalam menjalankan bisnis harus selalu melaksanakan berbagai sosialisasi, internalisasi dan penyegaran unsur-unsur yang tertuang dalam code of conduct perusahaan. Hal ini menjadi panduan sikap yang pantas dan wajib dilakukan oleh setap elemen di Wismilak,” ungkapnya.

Transformasi dalam pengelolaan bisnis sangat dibutuhkan. Terlebih kaitannya dengan komitmen Wismilak untuk menjadi perusahaan kelas dunia. Penerapan sistem Enterprise
 Resource
 Plannin (ERP)
 dilakukan untuk memperoleh pengolahan
 data
 perusahaan 
yang 
terbaik.”Kami
 harus
 terus
 meningkatkan
 efisiensi
 sistem
 dan
 produktifitas.
Sistem 
perusahaan
 harus
 saling 
terkoneksi 
dan
terintegrasi 
di 
masing‐masing
 lini 
usaha
 dengan
 memberikan
 informasi
 secara
 real‐time
 termasuk
 dalam
 pengolahan
 data.,” ujarnya. Sistem
 ERP ini sangat berguna untuk 
pengolahan
 data
 perusahaan untuk
 menghasilkan
 produktivitas sekaligus efisiensi
 yang
 mendukung
 tujuan
 perusahaan
 dalam 
dunia
bisnis 
global.

Perubahan zaman ke arah perkembangan teknologi juga harus dihadapi Wismilak dengan melakukan inovasi dan kreativitas. Mencari insan-insan yang memiliki ide cemerlang dan brilian dilakukan Wismilak lewat program “Diplomat Success Challenge.”

“Program ini menjadi sebuah kompetisi wirausaha tahunan yang menyasar usia produktif. Lewat program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pertumbuhan dunia wirausaha di Indonesia,” ujar Ronald. Program tersebut berhasil menjaring 5.868 proposal bisnis dari ribuan wirausahawan muda. Wirausahawan dalam kompetisi ini terdiri dari berbagai minat bisnis.

Konsep Good Manufacturing Practices (GMP) memastikan semua proses produksi dilaksanakan dengan terencana, sistematis dan terkendali, baik dari sisi material, proses, maupun produk. Hal ini terkait dengan mutu produk yang dihasilkan karena sangat penting untuk kepuasan pelanggan. “Untuk itu, Wismilak mengandalkan Quality Assurance Department untuk memastikan kesesuaian bahan baku dalam proses produksi yang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” ujarnya. Dalam pemasarannya, Wismilak senantiasa sesuai ketentuan BPOM yang diwajibkan dalam industri rokok.

Keberhasilan Wismilak dalam melakukan kegiatan bisnis terdiri dari espoused values, basic assumption values dan kompetensi dasar. Espoused values yang diterapkan Wismilak ada tiga nilai, yaitu bersama meraih sukses, bersikap open mind, dan sikap efisien dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara tepat guna dan tepat sasaran dengan pertimbangan yang matang untuk hasil yang berkualitas. Basic assumption values juga diterapkan Wismilak untuk menyadari keterkaitan proses kerja mereka dan harus bekerja sama dalam memecahkan masalah perusahaan. “Selain itu, kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap insan Wismilak yaitu proactive, inisiatif, cooperation builder, decision maker, dan control & supervision mechanism,” tambahnya.

Di segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM), angka penjualan tercatat sebesar Rp963.8 miliar, lebih rendah 20,6% dibandingkan penjualan pada tahun 2015 sebesar Rp1.214 miliar. Sedangkan segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT), perusahaan berhasil mempertahankan pertumbuhan dengan angka penjualan SKT sebesar Rp501.3 miliar di tahun 2016, naik 7,2% dari Rp467.5 miliar di tahun sebelumnya. Kapasitas produksi SKT juga mengalami peningkatan sebesar 5% yaitu 730 juta batang, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sejumlah 695 juta batang.

Laporan Keuangan Wismilak periode I tahun 2017 tercatat membukukan laba bersih pada kuartal I 2017 sebesar Rp19 miliar, lebih rendah 45% dari tahun sebelumnya di periode yang sama yaitu Rp 35 miliar. Untuk EBITDA tercatat Rp41 miliar pada kuartal I 2017, turun sebesar 28% di tahun 2016 pada periode yang sama, sebesar Rp57 miliar. Nilai yang turun ini menambah semangat perusahaan untuk mengejar ketertinggalan dan memberikan hasil terbaik di akhir periode tahun 2017 ini.

Reportase: Akbar Kemas

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)