Konsolidasi BUMN Angkutan Darat, KAI Ingin Jadi Leader

Pada rapat terbatas di Istana Negara, Presiden Joko Widodo memandang perlunya dibentuk semacam otoritas khusus yang mengelola transportasi darat. Jokowi menilai kehadiran otoritas pengelola angkutan darat sangat penting agar terjadi sinergi antarmoda. Muaranya adalah solusi transportasi massal yang lebih baik akan segera terwujud. Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana tersebut.

“Dijadikan satu saja dengan single authority, sehingga keputusan bisa lebih cepat geraknya. Intermoda transportasi ini akan sangat menolong jika dikonsolidasikan. Nantinya, KRL, PPD, Damri, MRT, dan lainnya akan terintegrasi. Kami menyarankan agar ada single ticket setelah terintegrasi sehingga penumpang dimudahkan dalam menggunakan semua moda tersebut,” katanya.

Edi Sukmoro, Direktur Utama PT KAI

Untuk mewujudkannya, lanjut dia, perlu ada satu perusahaan yang menjadi leader. Ia mengusulkan PT KAI bisa menjadi pemimpin yang mengatur moda-moda tersebut. Khusus angkutan darat, ia menilai angkutan berbasis rel, seperti KRL, angkutan jarak menengah, dan angkutan jarak jauh. Untuk transportasi massal, banyaknya orang yang diangkut PPD atau Damri tidak sebesar kereta. Saat ini, jumlah pengguna kereta tercatat paling tinggi dibanding moda transportasi lainnya.

Dua tahun lalu, KRL hanya mengangkut 400 ribu penumpang di kawasan Jabodetabek setiap harinya. Angkanya kini telah mencapai 770 ribu penumpang per hari. Dalam setahun, PT KAI telah mengangkut 289 juta penumpang, termasuk jarak menengah dan jauh. Upaya sinergi dengan PT Pertamina (Persero) akan segera terwujud. Mereka ingin memindahkan angkutan BBM berbasis jalan raya ke kereta api. Jadi, beban jalan raya bisa berkurang karena sekali angkut bisa membawa 18 gerbong isi Avtur Pertamina.

“April lalu, Dirut Pertamina telah menemui saya. Langkah ini sangat efisien. Jalanan tidak cepat rusak. Kalau pakai truk, Avtur diangkut satu per satu. Saat ini, KAI mengangkut barang berkisar 3-4% dari barang yang bergerak di jalanan. Kalau bisa dinaikkan menjadi 5% saja, efeknya sudah luar biasa,” katanya.

Sinergi tersebut merupakan arahan dari Menteri BUMN Rini M Soemarno demi menciptakan BUMN yang lebih sehat. Sejauh ini, PT KAI telah bekerja sama dengan Pusri untuk mengangkut pupuk hasil produksi mereka di Cilacap ke berbagai wilayah. Selain itu, perseroan juga telah bekerja sama dengan perusahaan semen seperti Tiga Roda, Holcim, dan dalam waktu dekat akan menggandeng Semen Bima.

“Ide sinergi ini semakin cepat terealisasi akan semakin bagus. KAI punya sarana angkutnya, yaitu gerbong barang, gerbong datar dan gerbong untuk peti kemas. Dari segi sumber daya manusianya, KAI juga sudah siap,” ujarnya. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)