Kontrak Habis, Manajemen Brandon Hadapi Tantangan Personal Branding

Pertengahan tahun 2010 lalu jagat hiburan Indonesia dihebohkan sesosok bocah lincah nan bertalenta, Brandon. Dari ajang pencarian bakat Indonesia Mencari Bakat (IMB) di Trans TV, nama street dancer cilik ini melejit. Tiga hari, kontraknya dengan Trans Corp selesai. Artinya, manajemen Brandon menghadapi tantangan baru untuk mempertahankan personal branding seorang Brandon De Angelo.

Brandon

Dua tahun lalu, pemirsa televisi Indonesia dibuat gemas oleh sosok Brandon. Dewan juri IMB pun terpukau oleh gerakannya yang gesit. Tak heran bila bocah asal Surabaya ini bertahan hingga final berkat dukungan SMS penggemarnya. Brandon yang dilahirkan di Blitar, 10 November 2001 telah memulai karier profesionalnya sebagai street dancer di usia lima tahun. Bakatnya semakin terasah setelah digembleng di sekolah tari The Last Minute. Namun, setelah kontrak dengan Trans Corp usai, apakah nama Brandon masih tetap berkibar? Berikut penuturan Ferdinand Jonas, manajer yang juga kru Last Minute Street, kepada reporter SWA Online, Tika Widyastuti.

Ferdinand Jonas dan Brandon De Angelo

Setelah kontrak dengan Trans TV selesai, apakah Brandon akan tetap di dunia hiburan sebagai modern dancer?

Yang pasti Brandon akan terus belajar dan berkarya dalam dunia street dance. Saya yakin selama Brandon melakukan yang terbaik dalam hobbynya ini, eksistensi akan mengikutinya karena masyarakat akan melihat juga perkembangan dari Brandon.

Apa saja perubahan sebelum dan sesudah kontrak dengan Trans TV?

Dari Brandon sendiri, dia akan lebih bisa berkreasi karena lebih bebas dalam penentuan materi dan koreografi. Kalau dari sisi manajemen tentunya lebih berbeda. Setelah dari manajemen Trans Corp yang lebih rapi, kami belajar untuk tetap mempertahankan eksistensi Brandon.

Apakah ada perubahan nama populer Brandon?

Kebetulan sekali sejak petama Brandon masuk di IMB, Brandon selalu memakai nama aslinya, yaitu Brandon De Angelo. Tetapi secara manajemen, Trans Corp juga tetap mengijinkan Brandon memakai nama "IMB" dan kami dari manajemen pun tidak keberatan dengan itu mengingat memang Brandon lahir dari panggung IMB.

Apakah Brandon sudah memahami personal branding?

Sejauh ini Brandon secara naluri bisa mengerti, walaupun tidak banyak. Termasuk pemakaian label-label yang mem-branding Brandon selama ini.

Brandon De Angelo Brandon De Angelo

Tantangan apa saja yang akan dihadapi untuk menjaga personal brand Brandon?

Tentunya masalah akademis dan usia. Brandon sekarang sudah kelas 6 Sekolah Dasar, sebentar lagi dia harus berkonsentrasi pada pelajarannya. Selain itu juga secara usia banyak yang bilang bahwa masa keemasan Brandon sebagai anak-anak sudah hampir habis. Disini kami dituntut untuk bisa tetap menjaga nama Brandon tetap dikenal. Meski demikian kami bersyukur mempunyai partner yang sangat luar biasa dan sangat terbuka untuk membahas masalah tersebut. Mereka adalah orang tua Brandon sendiri, Bapak Budi dan Ibu Felycia.

Reputasi seperti apa yang ingin ditampilkan Brandon ke masyarakat?

Sosok anak kecil yang melakukan apa yang dia suka tanpa harus meninggalkan masa kecilnya. Kami ingin Brandon menjadi apa adanya, menjadi diri sendiri yang bisa menginspirasi banyak anak-anak lainnya dengan bakat yang dia miliki.

Tidak khawatir dituding mengeksploitasi anak-anak?

Kami menerapkan manajemen kekeluargaan yang mengedepankan akademis dan kekeluargaan dalam menangani Brandon. Sebagai contoh, dalam setiap acara yang kami terima, kami selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga. Kami dari manajemen, orang tua dan pihak sekolah selalu berkoordinasi untuk mengatur jadwal Brandon. Dan sejauh ini kami tidak menemukan kendala yang tidak ada jalan keluarnya. Sekolah Brandon juga sangat peduli dengan talenta setiap murid-muridnya. Prioritas kami yang pertama tetap pendidikan untuk Brandon. Setelah itu keluarga, baru kemudian pekerjaan.

Apa rencana manajemen Brandon selanjutnya?

Kami sedang menyiapkan materi untuk Brandon untuk lebih bisa go international. Kami juga sudah beberapa kali menyertakan Brandon dalam acara-acara di luar negeri. Terkait branding, sejauh ini sih Brandon tetap pada jalurnya, yaitu dancer cilik. Namun tidak menutup kemungkinan juga Brandon mempelajarai hal-hal baru lainnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)