Kuncoro Wibowo, Chairman Kawan Lama Group: “Ini Kesempatan Kita, Bangun Lebih Pagi Ketika Orang Lain Masih Tidur”

Salah satu wisdom Kuncoro Wibowo dalam merespon kondisi perekonomian yang sedang dilanda VUCA ini, adalah dengan “bangun lebih pagi” ketika orang lain masih tertidur.  “Kita ambil kesempatan ini,” tutur  Chairman Kawan Lama Group yang antara lain membawahkan bisnis ritel Ace Hardware ini dengan optimistis.  Menurut Kuncoro, menghadapi situasi ini kita harus melihatnya dari kaca mata positif agar bisa melihat peluang-peluang baru.  Berikut petikan wawancara pebisnis senior ini dengan SWA. 

Kuncoro Wibowo, Chairman Kawan Lama Group

Bagaimana Anda merespon situasi ekonomi lesu dalam beberapa tahun terakhir?

Iya, semuanya kan memang sama. Belakangan ini kalangan bisnis menghadapi situasi yang sama.  Tapi sebagai pebisnis harus punya jiwa fighter, dan semua itu harus dibawa dan  dilihat dari segi positifnya. Kita lihat ini sebagai suatu pertanda menuju perubahan.  Kalau you lihat dari sisi positifnya, situasi sulit itu selalu mendorong orang untuk bergerak lebih kreatif. Kalau semua terbawa oleh arus jadi negatif dan pesimis,  ya tidak akan baik. Sebaliknya kalau kita lihat dari sisi positifnya, dengan postive thinking, positive attitude, pasti kita akan bisa melihat peluang-peluang. But overall, situasi seperti belakangan ini kan juga terjadi  di pasar global. Jadi kita melihat peluang-peluang mana yang masih memungkinkan. Roda ekonomi masih terus jalan, tidak stuck sama sekali, memang melambat tapi ya kita harus cari peluang. Selama masih ada pergerakan ekonomi, tinggal bagaimana kita cari kesempatan.

Bagaimana pengalaman Anda menghadapi krisis tahun-tahun sebelumnya?

Saya beberapa kali menghadapi kondisi ekonomi lesu dalam situasi yang berbeda-beda. Kalau yang sebelum-sebelumnya beberapa kali pergolakan malah lebih sulit dari yang sekarang. Kalau yang terjadi belakangan ini kan bukan hanya kita (Indonesia) ya, tapi di seluruh dunia dengan  peruabhan-perubahan yang begitu cepat.  Kita yang harus cepat mengantisipasinya, dengan mencari peluang yang masih memungkinkan. Melihat dari fundamental ekonomi di Indonesia saat ini, yang paling penting adalah kestabilan dari politiknya. Masih banyak kesempatan sebenarnya.  Kalau kita lihat ke daerah-daerah, infrastruktur masih terus dibangun, masih banyak peluang dan potensinya.  Jadi harus tetap optimistis, jangan terbawa arus negatif dengan situasi seperti ini.

Kalau kita lihat beberapa pengalaman krisis ekonomi yang sudah-sudah, kondisi sekarang ini ya masih tidak seberapa. Yang dulu-dulu itu jauh lebih berat, ada faktor devaluasi, faktor gejolak-gejolak yang begitu tinggi, mata uangnya yang begitu cepat anjlok, dll . Kalau sekarang melambatnya ini masih terukur. Sebagai pelaku bisnis ya harus terus cari peluang yang masih bisa dikembangkan. Inilah daya juang kita sebagai pebisnis diuji. Putar otak lebih keras cari jalan keluarnya, but on the right way.

Dalam situasi bisnis yang sedang sulit, apakah sebaiknya kita mengambil langkah investasi?

Iya tentu, tapi tetap dalam bidang bisnis Anda. Sebaiknya tidak keluar ke bidang baru yang belum kita kenal sebelumnya. Jadi akan lebih baik tetap di core business, tetapi dengan dibenahi, lebih ditingkatkan kualitasnya, misalnya kualitas produk, kualitas layanan, dan menjalin mitra-mitra baru.  Mitra lama juga lama juga terus dijalin hubungan baiknya. Lalu di zaman sekarang kita lihat, teknologi digital bisa sangat membantu bikin bisnis jauh lebih efisien sekaligus berkembang lebih cepat. Ini semua peluang. Lihat infrastruktur pembangunannya masih jalan, jalanan masih macet di mana-mana, ini artinya ekonomi masih berputar. Jadi, jangan keburu putus asa. Maka bagi saya kalau lihat indikator-indikator tadi,  pertumbuhan bisnis kita bisa lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi.

Kemudian juga ini jadi kesempatan kita berbenah di dalam organisasi, bisa dengan investasi di human resource. Ini kesempatan yang sangat baik untuk kita just set back one step, berbenah apa kekurangan kita di dalam organisasi. Jadi kalau pasar lagi lesu seperti itu, ya kita bisa pakai kesempatan untuk berbenah diri.

Apa yang harus dilakukan seorang leader?

Itulah leadership skill dari pemimpinnya ditantang, terobosannya dibutuhkan untuk situasi seperti ini. Bagaimana dia harus bisa menginspirasi orang-orangnya, memacu orang-orangnya untuk kompak dan berjuang lebih keras. Lalu beri arahan visi-misi yang dipertajam, apa yang harus kita lakukan? Seperti itu. Ini adalah rule of the leader yang harus berperan. Kalau kita sebagai pemimpin menunjukkan sikap yang pesimis, ragu-ragu, ini akan berdampak ke orang-orang di sekitar kita, semuanya akan jadi punya pikiran negatif. Jadi sesulit apapun situasinya, seorang pemimpin tetap harus menujukkan rasa optimistis di hadapan orang-orangnya. Jadi harus meng-create suasana yang memberika gairah untuk terus kerja dan maju. Ini kesemptan kita, bangun lebih pagi saat orang lain masih tidur. Jadi saat orang lain sedang pesimis, diam dan mengeluh,  itulah kesempatan kita untuk garap peluangnya.

Ada masukankah Anda untuk para pebisnis menghadapi era VUCA?

Harus be innovative, be creative and work with your heart. Semua kalau kita passionate dengan apa yang kita kerjakan, maka itu kita sudah memenangkan suatu kesempatan yang lebih besar. Cintailah apa kita kerjakan dengan spenuh hati.

Bagaimana cara mencari peluang-peluang baru? Apakah kita perlu keluar dari bisnis yang ada sekarang?

Tidak seharusnya begitu, tidak perlu keluar dari bidang bisnis yang digeluti, tapi berpikirnya yang harus keluar, berpikir out of the box. Jadi seperti yang saya bilang sebelunya, kita harus meningkatkan service level, melakukan terobosan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital saat ini, dan membuat inovasi-inovasi baru. Orang sekarang membeli sesuatu itu bukan hanya beli produknya, tapi experience-nya juga dia cari. Asal kita bisa dengan jernih memikirkan, itu semua sangat besar peluang-peluangnya. Be optimistic, do something different, berpikir, bergerak dan lihat segala sesuatu dengan sudut pandang berbeda.

Kalau boleh tahu, di Kawan Lama sendiri  apa strategi dalam 2-3 tahun terakhri  untuk terus tumbuh?

Banyak sekali. Kami mulai  melihat peluang-peluang di daerah.  Kalau dari yang kami lihat,  peluang pertumbuhan ekonomi di daerah  masih cukup positif. Kami kembangkan strategi untuk lebarkan bisnis ke sana, dan ternyata pertumbuhannya baik sekali. Jadi kalau kita lihat jumlah penduduk Indonesia yang ada di posisi nomer empat di dunia, ini berarti peluangnya masih ada. Lalu pemerintah juga fokus memperbaiki infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ini semua potensi yang baik kalau kita mau dengan jernih melihatnya. Dan kalau kita lihat spending pemerintah juga lebih besar. Itu artinya perputaran uang di masyarakat juga akan lebih besar.

Reportase: Arie Liliyah

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)