Laba Bank Menyusut

Industri perbankan tengah memasuki masa-masa sulit. Dari data Statistik Perbankan Indonesia, laba bersih bank umum per Februari 2015 hanya naik 4,2% (year on year) menjadi Rp 18,07 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 17,34 triliun. Padahal, sebulan sebelumnya, laba tumbuh 12,02% menjadi Rp 10,24 triliun. Penyaluran kredit perbankan memang tumbuh 12,17% dari Rp 3.293,4 triliun menjadi Rp 3.698,1 triliun. Namun, laju penghimpunan dana pihak ketiga lebih cepat yakni 15,2% dari Rp 3.603,6 triliun menjadi Rp 4.151,4 triliun.

Tak heran, kenaikan beban bunga lebih tinggi daripada pendapatan bunga. Data yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan juga menunjukkan, beban bunga perbankan hingga Februari 2015 naik 26,1% dari Rp 44,8 triliun menjadi Rp 56,5 triliun. Sementara, pendapatan bunga hanya naik 18,8% dari Rp 87,57 triliun menjadi Rp 103,84 triliun. Walhasil, pendapatan bunga bersih hanya tumbuh 10,71% dari Rp 42,74 triliun menjadi Rp 47,32 triliun. Margin bunga bersih juga terpangkas dari 4,18% menjadi 4,06%.

logo-bank-indoneisa

Dari enam kelompok bank, kelompok bank asing mencatat pertumbuhan laba bersih tertinggi, yakni 33,29% menjadi Rp 2 triliun. Disusul, bank pembangunan daerah sebesar 17% menjadi Rp 1,87 triliun. Laba bank BUMN hanya naik 4,38% menjadi Rp 8,24 triliun. Sementara, perolehan laba bank swasta stagnan di angka Rp 5,03 triliun. Laba bank swasta nondevisa dan bank campuran justru turun, masing-masing 7,21% dan 39%. Di sela-sela acara World Economic Forum on East Asia, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pertumbuhan di kuartal I-2015 memang lebih rendah dari perkiraan. Namun, dia belum bersedia merinci angkanya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah pernah mengatakan, dari hasil pantauan Bank Sentral, pertumbuhan kredit pada tiga bulan pertama memang di bawah ekspektasi. Itu juga terkait dengan beberapa indikator konsumsi dan investasi yang juga menunjukkan hal serupa. Bank Sentral akan berupaya mendorong fungsi intermediasi perbankan dengan menerbitkan serangkaian kebijakan.

Dari hasil survei Bank Indonesia, pelaku usaha yakin pertumbuhan kredit tahun ini akan lebih tinggi dari target sebesar 17,1%. Laju pertumbuhan ekonomi tahun ini yang diharapkan lebih tinggi dibanding tahun lalu menjadi dasar optimisme responden. Meski begitu, rata-rata suku bunga kredit diperkirakan masih akan naik pada triwulan II-2015.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)