Laba Bersih Peruri Semester I Raih Rp126,37 Miliar

Hingga Semester I/ 2017, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) melaporkan kinerja keuangan yang menggembirakan. Peruri berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1.332,23 miliar, naik 40,75% dibandingkan periode yang sama di 2016 yang hanya mencapai Rp946,49 miliar. Laba usaha perusahaan tercatat Rp161,37 miliar atau naik 271,60% dibandingkan periode yang sama di tahun 2016 yang hanya mencapai Rp43,43 miliar.

Laba bersih Peruri tercatat sebesar Rp126,37 miliar, naik dibandingkan periode yang sama pada 2016 yang hanya sebesar Rp1,49 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan Juni 2017 tercapai 97,80%. EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) Peruri sebesar Rp347,25 miliar dengan kenaikan 88,81% dibandingkan dengan periode yang sama 2016 yang mencapai Rp183,92 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan Juni 2017 tercapai 126,81%. Akibatnya, total aset Peruri pada Semester I /2017 tercatat Rp3,67 triliun atau turun 0,74% jika dibandingkan periode yang sama pada 2016 yang mencapai Rp3,7 triliun.

Pendapatan perusahaan tersebut dikontribusi oleh produksi uang kertas Rupiah, uang logam yang rata-rata mengalami kenaikan. Peruri mengalami penurunan produksi paspor dan buku yang hanya sebesar 335 ribu buku, turun 75,25% dibandingkan 2016 yang mencapai 1.353 ribu buku.

Selain itu, penurunan juga terjadi untuk produksi pita cukai dan materai. “Penurunan produksi paspor dan pita cukai karena pesanan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi untuk paspor dan Ditjen Pajak untuk pita cukai baru keluar pada Desember 2016 dan April 2017, saat ini sedang di dalam proses pengerjaan. Khusus penurunan pesanan meterai karena Ditjen Pajak masih mempunyai persediaan yang mencukupi untuk 2017”, ungkap Prasetio, Direktur Utama Peruri menjelaskan.

Menurut Prasetio, pada tahun 2016-2017 penugasan pencetakan uang Rupiah oleh BI dengan jumlah total pesanan adalah 19 miliar bilyet. Perinciannya pada 2016 sebanyak 6,1 miliar bilyet dan pada 2017 sebanyak 11,4 miliar bilyet. Di Januari 2018, Peruri melakukan pencetakan sebanyak 1,5 miliar bilyet.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)