Laba Siloam Melonjak, Ini Rahasianya

PT Siloam International Hospital Tbk (Siloam) pada semester I-2016 membukukan laba bersih sebesar Rp 78,5 miliar, meningkat sebesar 55 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 50,5 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Siloam pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Siloam membukukan pendapatan kotor selama 1 semester sebesar Rp 2,55 triliun. Jumlah tersebut meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,98 triliun. Sementara EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) tumbuh 11 persen menjadi Rp 349 miliar.

Peningkatan pendapatan operasional kotor (GOR - gross operating revenue) Siloam sebesar Rp 568 miliar terutama dikontribusikan oleh tujuh rumah sakit mature dan tujuh rumah sakit berkembang.

Presiden Direktur Siloam Hospital Romeo Lledo mengatakan, GOR tujuh rumah sakit mature naik sebesar Rp 237 miliar yang merepresentasikan 42 persen dari total pertumbuhan GOR. Sementara tujuh rumah sakit berkembang, meningkat Rp 218 miliar yang merepresentasikan 38 persen dari total pertumbuhan GOR.

"Di samping itu, GOR dari lima rumah sakit baru, naik sebesar Rp 63 miliar, yang merepresentasikan 11 persen dari total pertumbuhan GOR," ujar Romeo Lledo seperti dikutip dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin, 12 September 2016.

Adapun untuk rawat inap juga meningkat sebesar 20 persen dan rawat jalan bertumbuh sebesar 21 persen. Tingkat okupansi tidur (BOR - bed occupancy rate) di semester pertama meningkat sebesar 68,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu di angka 61,6 persen.

Menurut Romeo, Kinerja GOR yang solid dipicu oleh pertumbuhan kunjungan rawat jalan dan admisi pasien. "Kami fokus pada peningkatan kapasitas rumah sakit baru untuk mendorong EBITDA dan keuntungan bersih ke level berikutnya," ucap Romeo.

Pada kuartal II-2016, Siloam membuka dua rumah sakit, yakni Siloam Hospitals Buton pada April, dan Siloam Hospitals Samarinda pada Juni. Hingga saat ini Siloam telah mengelola 23 rumah sakit, 16 klinik di 17 kota di seluruh Indonesia, dengam 5.100 kapasitas tempat tidur serta didukung lebij dari 2.200 spesialis dan dokter imum serta lebih dari 7.000 perawat dan staf pendukung.

Per 8 September kemarin, emiten berkode saham SILO ini telah memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 12,5 triliun.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)