Langkah BNI Praktikkan Green Banking

Persoalan lingkungan memang menjadi tanggung jawab berbagai pihak. Upaya pelestarian lingkungan saat ini juga menjadi tren di kelompok industri, tak terkecuali industri perbankan. Salah satu pemain dalam industri perbankan di Indonesia yakni Bank Negara Indonesia (BNI) menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menurut Sakariza Qori Hemawan, Development Group Head BNI, pihaknya memiliki empat strategi yang dilakukan untuk mendukung sustainability yaitu dalam hal bisnis, non-bisnis, internal dan eksternal. Dalam hal bisnis misalnya, Riza mencontohkan bagaimana BNI meningkatkan portofolio di green lending, kredit ramah lingkungan. “Kami mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan yakni menyalurkan kredit ketahanan pangan dan energi,” ujarnya menjelaskan.

photo(3)

Untuk non-bisnis, upaya BNI tertuang dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). “Kami mendukung program pertanian ramah lingkungan, mendukung produk pertanian organik, yang disertifikasi,” kata Riza. Sertifikasi pun tidak cukup hanya oleh lembaga sertifikasi nasional, tetapi juga mengundang lembaga sertifikasi dari luar negeri untuk melakukan audit. Misalnya, BNI memberi himbauan kepada perusahaan-perusahaan kelapa sawit, agar melakukan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) atau ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil). “Kami mengedukasi mereka untuk lebih peduli pada lingkungan dan aspek sosial.”

Lebih lanjut Riza menyebutkan, pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian yang ramah lingkungan dilakukan BNI. Karena pemberian produk ramah lingkungan tetapi tidak melakukan pemberdayaan kepada masyarakat tidak lah cukup. Sementara itu, strategi internal dan eksternal lebih kepada bagaimana BNI melakukan dukungan terhadap inisiatif dalam program-program ramah lingkungan seperti bike to work ataupun kegiatan-kegiatan yang mendukung sustainability yang merupakan kerja sama dengan institusi lainnya.

Menjadi bank yang menerapkan green banking tentu bukan lah mengikuti tren semata. Terdapat aspek-aspek yang diperhatikan untuk mengoperasikan perusahaan. Klaim Riza, bedanya BNI dengan yang lain, BNI tidak berorientasi pada single track performance tetapi beriorientasi pada triple track mengacu pada triple bottom line; people, planet dan profit. “Jadi tidak hanya profit, tetapi juga menyelaraskan dengan kebutuhan masyarakat,” paparnya lagi. Mengenai jumlah dana PKBL, tahun ini dana PKBL BNI disetujui Rp 140,5 miliar untuk tujuh sektor diantaranya pendidikan, keagamaan, infrastruktur, bencana alam, dan sebagainya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)