Laurence Smith,“HR Digital Mindset Mutlak Diperlukan Perusahaan”

Laurence Smith, Chief People Officer Eradah Capital Dubai
Laurence Smith, Chief People Officer Eradah Capital Dubai

Hal yang paling penting dan kritikal dalam tren human resources (HR) hari ini adalah HR bisa mendapatkan opportunity yang besar dari era digital. Kemudian, HR bisa menjadi enabler dalam transformasi perusahaan, organisasi, ataupun pemerintahan. HR harus lebih konsen terhadap fungsi mereka dalam melakukan perekrutan sampai pengembangan karyawan. Hal ini karena bisnis hari ini bergerak sangat cepat. Teknologi mendisrupsi semua bisnis. Contohnya, industri media, perbankan, dan keuangan.

HR harus dan dituntut untuk menyiapkan angkatan kerja untuk masa depan dan menyiapkan pemimpin yang siap menghadapi bisnis hari ini dan besok. Kuncinya ada pada pemimpin, dalam hal ini CEO dan manajemen. Mereka harus paham bahwa model bisnis yang mereka gunakan dulu telah mengalami disrupsi. Mereka harus mengerti secara benar dan mendetail bagaimana cara kerja dan model bisnis di era digital pada perusahaan digital seperti, Gojek, Grab, Uber, dan Alibaba.

Selain itu, mereka juga harus paham bahwa teknologi pun mengalami transformasi. Kita telah melihat teknologi yang telah muncul saat ini seperti artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Kita harus mengerti, paham, serta fokus pada hal tersebut, sehingga kita bisa memanfaatkan kondisi tersebut atau mati terdisrupsi di era ini.

Dalam digital mindset dan dalam transformasi organisasi, perusahaan juga harus melakukan pengambilan keputusan yang lebih cepat daripada sebelumnya. Dengan demikian, pemimpin menjadi lebih lincah dan dapat tumbuh lebih cepat. Tren HR dalam lima tahun ke depan, memiliki dua sisi mata uang: apakah kita bisa memanfaatkan kesempatan yang banyak ini atau mati tergelincir di era disrupsi.

HR saat ini sibuk hanya pada urusan administrasi dan operasional. Kita sering melupakan hal penting yang harus mereka lakukan, yakni memperbaiki digital literacy dan digital mindset. Digital mindset merupakan katalisator perusahaan dalam melakukan transformasi sehingga bisa bertahan, bahkan berkembang di era digital saat ini. HR digital mindset saat ini masih sangat rendah, kecuali untuk perusahaan yang memang tumbuh dengan mindset dan model bisnis digital, seperti Gojek dan Uber.

Korporasi besar telat merespons kondisi ini. Makanya, HR digital mindset diperlukan perusahaan untuk terus melaju ke depan. Korporasi dan organisasi besar harus terus mengupayakan membangun startup mindset di organisasi mereka. Karena, saya percaya bahwa HR di Indonesia dapat menjadi katalisator yang baik jika mau mengambil kesempatan ini. Sehingga, dapat membawa perusahaan untuk tumbuh dan terus berkembang.

Tantangan terbesar dalam melakukan digital transformasi bukanlah pada teknologi dan penguasaannya, tetapi ada pada mindset. Karyawan dan manajemen harus memiliki digital mindset. Indonesia masuk dalam jajaran tertinggi dalam penggunaan digital. Hal ini bisa kita lihat dari bagaimana masyarakat menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.

In personal life, Indonesia lebih digital dibandingkan negara lainnya di dunia. Tetapi, ketika sudah masuk ke ranah pekerjaan, pemimpinnya tidak berpikir secara digital. Mereka tidak melakukan digital experiment, tidak bekerja dengan teknologi dan digital. Saya pikir, sebenarnya, Indonesia memiliki kesempatan yang besar dalam mengembangkan industri digital yang berbasis pada teknologi. Namun, mindset-nya yang memang harus diubah. Rata-rata orang Indonesia sangat mencintai medsos dan sangat terikat dengan medsos untuk berinteraksi satu sama lain. (*)

Anastasia A.S. dan Dede Suryadi

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)