LDR Besar, Pendanaan Harus Dicari

Dengan semakin besarnya rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan Deposit t0 Ratio/LDR), perbankan harus mencari sumber pendanaan. Ini harus dicari karena penyaluran kredit, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) berpotensi tumbuh tinggi. Salah satu yang bisa dijadikan sumber pendanaan adalah devisa hasil ekspor.

Pahala N Mansury, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam Seminar dan Award Digital Brand 2012, di Jakarta, Selasa (29/1/2013), Pahala N. Mansury, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, mengatakan, saat ini kisaran LDR telah berada di angka 85 persen. Sementara kredit bertumbuh sekitar 20 persen, dan pendanaan sendiri hanya naik 15 persen. “Kalau LDR sudah di kisaran 100 persen, ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana perbankan Indonesia mendapatkan pendanaan. Kalau 100 persen, maka apakah mengurangi pertumbuhan kredit, atau berusaha mencari sumber pendanaan lain,” sebut Pahala.

Di Bank Mandiri sendiri, terang dia, LDR berkisar di angka 78 persen per Desember 2012. Secara keseluruhan, yakni di bank-bank lainnya di Indonesia, rasio tersebut memang sudah mulai tinggi.

Solusinya, di Bank Mandiri, ia menyebutkan, “Memang ke depan, mau gak mau kita di Bank Mandiri yang kita akan lakukan, pertama, itu terus berusaha untuk menumbuhkan dana pihak ketiga kita lebih tinggi. Kalau misalnya di tahun 2012 itu mungkin masih 14 persen, ya kita berharap di tahun 2013 ini dana kita bisa bertumbuh antara 18-19 persen, sementara kredit kita kan mungkin tumbuhnya antara 20-22 persen, sehingga LDR bisa dijaga di bawah 84 persen tahun-tahun mendatang,”

Dan solusi secara makro, menurut dia, salah satunya adalah melalui devisa hasil ekspor (DHE). Dana-dana hasil ekspor Indonesia harus bisa diparkir di dalam negeri. Saat ini, kata Pahala, mungkin baru 40-50 persen saja DHE yang kembali ke Tanah Air.

Dia bilang, perlu adanya sejumlah insentif terkait fiskal ataupun instrumen lainnya yang harus dikeluarkan pemerintah demi menarik hasil ekspor tersebut. Dengan insentif, pelaku usaha mungkin akan tertarik untuk menyimpan dana tersebut di Tanah Air ketimbang di luar negeri. “Sehingga bisa memberi return yang juga buat mereka menarik uang itu kembali ke Indonesia,” lanjutnya.

Selain itu, Pahala pun menuturkan, ada juga dana yang dimiliki orang Indonesia, baik yang tinggal di dalam negeri ataupun luar negeri, yang kemungkinan berada di luar Indonesia. Menurut dia, jumlahnya yakni, “Kurang lebih US$ 150-300 billion (miliar) dana yang Indonesian related.”

Uang sebanyak itu, terang dia, bisa juga dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan bagi perbankan. “Caranya, ya itu perlu dipikirkan bersama antara perbankan, kemudian pihak regulator dan lainnya,” tandas dia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)