Lima Langkah BKPM Dukung Investasi 2016

Menyambut tahun 2016, Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM telah menyiapkan lima langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi di 2016. Lima langkah strategis ini didukung oleh pencapaian BKPM pada tahun 2015 kemarin. Pada 2015, realisasi investasi mencapai Rp 400 triliun, dan pada 2016 ditargetkan mencapai Rp 594.8 triliun.

Sementara realisasi PMA yang pada 2015 mencapai Rp 266.8 triliun di 2016 ditargetkan menjadi Rp 386.4 triliun. Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani, lima langkah tersebut merupakan implementasi dari tiga arah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“BKPM dalam tahun 2016 ini berkontribusi terhadap tiga fokus pemerintah yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pemerataan pembangunan. Kami akan melaksanakan lima langkah strategis.”

IMG_20160108_133726_HDR-1024x768

Salah satu dari ketiga fokus tersebut adalah konsisten dalam mengembangkan industri di 2016, di antaranya industri manufaktur dan padat karya. Untuk padat karya seperti tekstil dan sepatu dinilai bisa menyerap 6 hingga 8 kali tenaga kerja bila dibandingkan industri yang lain. Selain itu pengurangan kesenjangan antar wilayah dilakukan dengan fokus pada perekonomian di wilayah Indonesia Timur.

Oleh karena itu, lima strategi yang diterapkan BKPM pun harus bisa mengarah kepada hal-hal tersebut. Lima strategi tersebut adalah meningkatkan layanan perizinan investasi, mengawal realisasi investasi, melakukan pemasaran investasi secara lebih terfokus, meningkatkan iklim investasi, serta memastikan manfaat investasi untuk rakyat.

Meskipun dicanangkan untk tahun 2016, namun pelaksanaan staregi-staretgi tersebut sudah dijalankan sejak 2015 dan memberikan perkembangan yang cukup signifikan. Dalam layanan perizinan investasi, peluncuruan PTSP pusat yang telah menerbitkan 17.238 izin, ke 162 diantaranya telah dimasukan sebagai salah satu pencapaian di 2016.

Pada tahun ini, izin investasi langsung konstruksi dan kawasan industri ramah investasi menjadi program-program yang akan dilaksankan. Kemudian strategi mengawal realisasi investasi dilakukan dengan mengawal proyek-proyek yang dalam masa konstruksi. Pada tahun lalu BKPM sudah mengawal 80 proyek dengan nilai investasi mencapai $ 17.13 miliar dan menyerap tenaga kerja sebesar 278.166 orang.

Nantinya ke 80 proyek ini akan ditambah dengan 100 proyek lainnya di tahun 2016. Proyek-proyek tersebut diutamakan yang berada di Indonesia bagian timur. Dalam strategi melakukan pemasaran investasi secara lebih terfokus, capaian tahun 2015 ditandai dengan dikantonginya izin prinsip senilai Rp 1.852 triliun serta investasi sebesar $ 118 miliar.

Hal ini dapat tercapai karena meluasnya kantor perwakilan BKPM di luar negeri, juga pembentukan tim Marketing Officer di BKPM. Selain itu, kantor perwakilan pun ditargetkan akan bertambah pada tahun 2016. Sementara itu dalam tataran meningkatkan iklim investasi, BKPM menargetkan tingkat kemudahan berusaha bisa naik menembus angka double digit di tahun ini setelah pada 2015 berada di level 109.

Selain itu, BKPM pun masih memiliki beberapa proyek besar yang dilakukan pada tahun 2016. Salah satunya adalah membangun perluasan pabrik listrik di Cilegon. Perluasan ini bernilai $ 350 juta dollar yang dimiliki oleh Pt SRI. Selain itu proyek padat karya pun juga akan dilakukan dan difokuskan di Jawa Tengah dan Barat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)