Lima Skenario APLN Membesut BayWalk Mall

Di saat banyak pengembang membangun mall di tengah kota, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) justru menempuh langkah berbeda. Perusahaan yang dikomandani oleh Trihatma K. Haliman ini berambisi membangun pusat perbelanjaan terpadu yang dibangun di tepi pantai. Melalui proyek terbarunya, BayWalk Mall, APLN merancang skenario untuk membesut target sasaran yang dibidiknya.

Ellen Hidayat Chief Operating Officer Baywalk Mall (kanan) dan Halim Kumala, Chief Executive Officer Kencana Unggul Sukses (kiri)

Skenario pertama adalah menghadirkan konsep yang komplit. Artinya, kini pusat belanja bukan hanya sebagai salah satu sarana untuk berbelanja bagi keluarga, namun sudah menjadi suatu tempat untuk berkumpul, bersantai (leisure) dan hiburan bagi kerabat. Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, APLN tengah merampungkan pembangunan BayWalk Mall yang terletak di proyek prestisius superblok Green Bay Puit. Pengerjaan dilakukan melalui salah satu unit usaha yakni PT Kencana Unggul Sukses.

Proyek ini dikembangkan di atas tanah seluas total 12.5 hektar, tepat berada dipinggir laut seputar kawasan Teluk Jakarta. Superblok ini terdiri dari 12 tower dengan total 9.300 unit. Proyek pemukiman ini diklaim sudah habis terjual. “Dengan adanya superblok, semakin meningkatkan value dari BayWalk Mall,” ujar Ellen Hidayat Chief Operating Officer Baywalk Mall.

Kedua, menawarkan lokasi yang strategis yakni dikelilingi oleh beberapa kawasan Pantai Mutiara, Regatta, Pantai Indah Kapuk, Perumahan Pluit, Muara Karang. “Dengan keberadaan kawasan tersebut, maka akan merupakan catchment area tambahan bagi BayWalk,” Elen menambahkan.

BayWalk membidik masyarakat menengah ke atas. Untuk pembangunan proyek ini, APLN menggelontorkan dana sekitar Rp 1 triliun. Dana tersebut berasal dari kas perusahaan dan suntikan bank.

Untuk itu, agar mall ini makin digemari pengunjung, APLN melakukukan perluasan lebar jalan serta adanya perencanaan untuk pembukaan jalan layan Green Bay menuju pintu tol dalam kota dan bandara yang akan memudahkan pengunjung untuk mencapai lokasi.

Khusus pemegang merek, APLN menawarkan skenario menarik. Menurut Elen, luas total BayWalk sekitar 97 meter persegi dengan net leasable area seluas 54.500 meter persegi, terdiri dari 6 lantai bangunan mall. Tak heran, jika hingga saat ini okupansinya mencapai 81% atau ada 110 tenant yang sudah siap membuka usahanya. Sebelum pembukaan pada Oktober 2013, Elen menargetkan okupansi bisa mencapai 100% atau sebanyak 200 tenant. Beberapa tenant yang sudah bergabung antara lain : ACE Home Center, Cinema XXI, Farmers Market, Informa, Pendopo, Timezone, Kidz Station, Gold Gym dan masih banyak lagi.

Skenario selanjutnya adalah menawarkan konsep hijau. Menurut Halim Kumala, Chief Executive Officer Kencana Unggul Sukses, BayWalk dibangun dengan konsep green develompent. Keunikan mall ini menurutnya adalah merupakan satu-satunya mall yang berada di antara The Garden dan The Waterfront Plaza. Pengembang akan memberikan ruang terbuka yang cukup luas sekitar 3 hektar sehingga pengunjung dapat menikmati segarnya udara laut dan hijaunya pepohonan. Bangunan ini sudah mendapat sertifikasi sebagai green building dari Singapura.

“Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Baywalk, kami yakin proyek ini bakal diminati oleh merchant dan pengunjung sebagai alternatif yang inovatif dan menarik, “ ungkap Halim. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)