Lisa Tjahjadi Yakin TRIS Bisa Capai 280 Toko Tahun Ini

Perlahan tapi pasti, daya beli masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang di perkotaan, terus tumbuh. Bisa dilihat dari cukup mampunya masyarakat tersebut membeli produk-produk fashion merek ternama. Maka wajar bila perusahaan yang berkecimpung di bisnis itu pun terus melesat, seperti halnya yang dialami oleh PT Trisula International Tbk (TRIS).

Perusahaan tersebut tadinya memiliki 230 gerai pada akhir tahun 2012. Namun, per Juni tahun ini, gerai produk fashionnya telah mencapai 268. TRIS adalah pemegang lisensi untuk merek JOBB, Jack Nicklaus, UniAsia, Man Club dan G2000.

tris lisa dirut 2Seiring dengan berkembangnya bisnis, kinerja keuangannya pun cukup baik. “Secara rangkuman kinerja keuangan dapat dilihat bahwa penjualan kami menunjukkan peningkatan sebesar 27 persen dibandingkan semester I 2012,” terang Lisa Tjahjadi, Direktur Utama TRIS, ketika menerangkan capaian kinerja perseroan per semester I tahun ini, di Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Lalu, bagaimana dengan kinerja keuangan lainnya?

Laba kotor meningkat sebesar 22 persen dibandingkan semester I tahun lalu. Laba kotor tercatat hampir Rp 79 miliar pada semester I tahun ini. Kalau laba bersih itu ada istilah setelah dan sebelum proforma. Kalau setelah proforma, memang kami mengalami penurunan 5 persen. Laba bersih secara keseluruhan semester I tahun lalu Rp 12,8 miliar, namun tahun ini Rp 12,1 miliar.

Ada beberapa faktor mengapa laba seperti itu, yakni kenaikan UMR yang sedemikian besar, kemudian karena bermain di retail, tentu ada biaya sewa, service charge, dan lainnya. Ya, kenaikan UMR mendorong biaya-biaya operasional lainnya (naik). Dan, kebenaran setelah IPO, TRIS melakukan banyak ekspansi usaha dengan membuka gerai baru, penambahan merek baru, sehingga ada biaya-biaya operasional yang meningkat, dan hal ini sedikit mengganggu bottom line di bawah.

Namun, kalau laba bersih sebelum proforma tetap menunjukkan kenaikan sebesar 92 persen dari Rp 6,3 miliar menjadi Rp 12,1 miliar. Sebelum proforma, pada dasarnya, TRIS kan baru mengakuisisi PT Trisco setelah IPO. Ya hasil dana kami gunakan untuk membawa Trisco itu ke dalam portofolio TRIS.

Dengan kondisi tersebut, laba bersih per saham meningkat 35,3 persen, yaitu di harga Rp 12,1 per saham dibandingkan posisi tahun lalu di angka Rp 8,9 per saham. Sedangkan, total aset perseroan meningkat 8 persen dibandingkan tahun 2012.

TRIS lisa dirutBagaimana kondisi penjualan?

Penjualan bersih di Juni 2013 tercatat Rp 317 miliar, ada kenaikan 27,4 persen. Komposisi penjualan itu ada ritel dan ekspor. Ritel itu tumbuh 61 persen, dari Rp 28 miliar menjadi Rp 45 miliar di tahun ini. Ekspor pun mengalami pertumbuhan yang cukup baik, yaitu ada kenaikan 23 persen.

Apa itu komposisi penjualan ritel versus ekspor? Di tahun 2012, periode yang sama, ritel hanya mencakup 11 persen dari seluruh penjualan. Namun, di tahun 2013 tercatat 15 persen dari total penjualan.

Kalau kita kembali melihat komposisi penjualan dalam mata uang asing, di semester I 2012 kita bisa lihat dalam pendapatan kami sebanyak 61 persen itu datang dari pendapatan yang bermata uang US Dollar, 27 persen dalam AUS Dollar, dan 12 persen dalam Rupiah.

Kalau melihat periode yang sama tahun ini, pendapatan dalam US Dollar meningkat dari 61 persen menjadi 79 persen, dalam bentuk Rupiah juga naik dari 12 persen menjadi 15 persen. Ini terjadi seiring dengan pertumbuhan penjualan ritel kami sehingga pendapatan Rupiah juga meningkat. Yang berkurang justru di pendapatan dalam AUS Dollar sebanyak 6 persen. Itu hanya pengalihan di akhir semester tahun lalu, di mana ada satu pelanggan kami di Australia yang dialihkan penjualan dalam bentuk US Dollar.

Tujuannya bukan apa-apa, tetapi karena kami menghitung penjualan dalam US Dollar itu kami bakal lebih aman. Nyatanya hari ini kami dapat menikmati. Ya, saya tidak mensyukuri keadaan US Dollar sekarang.

Bagaimana dengan target pembukaan gerai hingga akhir tahun?

Rencana kami sampai akhir tahun 2013 itu ingin membuka sejumlah 280 POS. Pada awal tahun, saya masih ingat, saya menyampaikan bahwa kami punya target mencapai 270 buah. Namun, puji syukur, karena kerja keras dari tim semua, angka 280 sepertinya kami bisa capai. Dan nanti pada akhir sesi ada acara peluncuran merek baru, Bonds, yang juga kami rencanakan minimal ada empat buah POS yang akan kami buka di akhir tahun ini. Seterusnya kami punya rencana pembukaan di tahun depan.

Rencana apa lagi yang akan dilakukan hingga akhir tahun?

Tadi juga disampaikan tentang otomasi karena sudah melihat keadaan UMR yang sudah terjadi di Jakarta. Kami punya pabrik yang berlokasi di Bandung, yang kenaikan UMR-nya masih relatif belum setinggi Jakarta. Namun, semua sudah kami persiapkan untuk menghadapi tantangan ini. Otomasi ini sudah kami lakukan sejak akhir tahun lalu.

Beberapa mesin diremajakan. Kami lakukan itu agar TRIS bisa menjadi perseroan garmen yang lebih siap, sehingga apa yang kami lakukan bisa membawa dampak positif pada perseroan. Tentunya di ritel, merek yang ada yang terus kami tingkatkan brand equity-nya, berikut merek yang akan datang.

Ritel kami selalu sangat fokus dan sangat detail penanganannya, sampai kepada sumber daya manusia, seperti sales assistant yang di toko-toko, karena merekalah yang menjual produk kami, dan mereka yang menyampaikan seberapa bagus, seberapa baik, seberapa layak produk kami dapat dibeli oleh pelanggan. Jadi, kinerja sumber daya manusia merupakan suatu investasi yang terus kami lakukan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)