Majalah SWA - IPMI Berikan Apresiasi BUMN Leaders Award 2016

CHCO Telkom Herdy Rosadi Harman (kedua kanan) saat penyerahan Best CHCO 2016 di Jakarta, dengan salah satu juri yang juga Dosen IPMI International Business School/eks CEO XL Hasnul Suhami CHCO Telkom Herdy Rosadi Harman (kedua kanan) saat penyerahan Best CHCO 2016 di Jakarta, dengan salah satu juri yang juga Dosen IPMI International Business School/eks CEO XL Hasnul Suhami

Sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci memenangkan persaingan yang makin ketat. Untuk itu, posisi Chief Human Capital Officer (CHCO) sangatlah strategis terutama dalam penyiapkan talent-talent handal yang bisa menerjemahkan dan mengeksekusi strategi perusahaan dengan tepat. Salah seorang pemenang adalah Herdy Rosadi Harman yang meraih Best Chief Human Capital Officer (Best CHCO) pada ajang BUMN Leaders Award 2016 yang diselenggarakan IPMI International Business School bekerja sama Majalah SWA.

Herdy berhasil meraih skor tertinggi sekaligus menyisihkan kandidat CHCO dari BUMN lain. Menurut juri Bambang Gunawan, yang merupakan pengajar IPMI, pencapaian seorang CHCO adalah mampu menciptakan talenta yang siap bersaing. "Talent yang siap ditempatkan di BUMN lain dan menerapkan teknologi digital dalam mengelola talenta, sehingga perkembangan talenta dapat dimonitor setiap hari," kata Bambang sela-sela pengumuman, Kamis (22/10).

Saat presentasi sebagai salah satu indikator penilaian dewan juri, kata Bambang, Herdy terlihat memiliki keinginan kuat mengeksekusi strategi berupa proses tranformasi yang diterapkannya.

Terobosan Herdy yang kemudian menjadikannya pemenang dalam BUMN Leaders Award adalah pertama melakuan pembangunan di tiga hal di sisi people, culture, dan organisasi. Kedua, Herdy telah memetakan kembali (remapping) 72 anak usaha Telkom dalam tata pengelolaan dari strategic guidence ke strategic control.

Terobosan ketiga, sambung dia, melakukan talent scouting yang otomatis akan ditawarkan kandidat yang terbaik. Keempat, mengadakan kompetisi Socio Digi Leader untuk anak muda yang kreatif dan inovatif. Dan terakhir, membangun para leader melalui Great People Development Programme (GDP).

Atas penghargaan tersebut, Herdy menyebut penghargaan sebagai suatu kehormatan untuk Telkom dan dirinya pribadi. "Ini cerminan kerja keras teman-teman Telkom. Teman-teman di HCM (Human Capital Management, red) sudah bekerja sedemikian luar biasa dedikasinya. Mereka membantu bagaimana bisnis bisa ditopang oleh HCM," ujar Herdy.

Menurut dia, penghargaan ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam menciptakan pengelolaan sumber daya manusia berkelanjutan. Mulai dari proses rekrutmen, kerja, hingga pensiun. Komprehensivitas tersebut juga dilakukan dengan seksama, contohnya dalam Socio Digi Leader 2016, ketiga pemenang dikirimkan ke tiga negara teknologi ke luar negeri.

Keberangkatan pada akhir November lalu itu mencakup pemenang pertama ke Silicon Valley, Amerika Serikat (Tim Tukangpedia), Hongkong (Tim Vestifarm), dan Singapura (Tim Angkuts). Program ini juga sejalan dengan misi pemerintah 1000 startup dan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar pada tahun 2020.

Herdy mengatakan, berbagai kebijakan tersebut diperlukan karena kompetisi menuntut perubahan pola pikir mendasar sumber daya manusia atau SDM dari perusahaan Telco (Telecomunication Company) menjadi DiCo (Digital Company).

Hal ini penting mengikuti perubahan zaman ke era digital, yang mana prilaku sumber daya juga berubah. Yakni lebih suka bekerja dalam suasana kantor yang informal, guyub, dan terbuka, pekerja lebih sedikit namun lebih berkompeten, serta mengutamakan komunikasi secara online.

"Dengan seluruh startegi ini, kami targetkan masuk 500 besar Fortune serta stabil pada 9 besar besar operator telekomunikasi valuasi pasar terbesar Asia Pasifik tahun 2020. PT Telkom sudah berhasil naik dari posisi 12 pada April 2015 menjadi urutan 9 pada September 2016 lalu," katanya, seraya mengatakan valuasi pasar sebelumnya US$22 milyar naik ke US$33 milyar sehingga PT Telkom naik tiga peringkat menyalip operator nomor dua di Tiongkok, China Unicom, yang valuasi pasarnya mencapai US$28 miliar dollar.

Selain Herdy, CHCO yang mendapat award di ajang ini adalah M Ali, Direktur HCM PT PLN (Persero) dengan kategori Special Award In People Engagement. Ali dinilai layak memiliki terobosan membuat desain organisasi yaitu struktur dan diskripsi pekerjaan, membuat direktorat regional, dan setiap sumber daya manusia (SDM) memiliki kompetensi model yang baik.

Untuk kategori The Best CEO terpilih Elia Massa Manik (Direktur Utama PT PTPN III Holding), CEO Special Award In Productivity diraih Elvyn G Masassya (Direktur Utama PT Pelindo II (Persero)), CEO Spesial Award In Value Creation diraih M Choliq (Direktur Utama Pt Waskita Karya (Persero)), CEO Special Award In Execution diraih Achmad Baiquni (Dirut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk), CEO Special Award In Competitiveness diraih Tumiyana (Dirut PT PP (Persero) Tbk), dan CEO Special Award In Innovative Turnaround diraih Hendrisman Rahim (Dirut PT Asuransi Jiwasraya (Persero)).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)