Majukan Daerah, Kembangkan Industri Kreatif

Indonesia punya lebih dari 14 ribu pulau dengan keanekaragaman budaya dan kearifan lokal yang tentunya menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung.

Sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, lebih diuntungkan karena memiliki kekayaan sumber daya alam seperti komoditas perkebunan, pertambangan, minyak dan gas bumi. Namun, daerah lain di Indonesia tak perlu berkecil hati.

“Daerah-daerah yang lain itu harus mencari apa uniqueness yang potensial untuk mendorong bisnis. Pemetaaan kompetensi daerah itu yang penting, karena masing-masing daerah pasti memiliki potensi yang unik,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atmajaya, A. Prasetyantoko.

Dalam banyak kasus, lanjut dia, yang menjadi motor penggerak adalah kreativitas penduduknya. Kalau dibingkai lebih besar lagi, industri kreatif harus didorong demi kemajuan suatu daerah.

“Itu adalah modal utama. Satu, budaya. Dua, uniqueness yang masing-masing daerah berbeda-beda. Tiga, karakter lokal. Inilah yang menjadi modal untuk membangun industri kreatif,” kata dia.

 Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, A. Prasetyantoko Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, A. Prasetyantoko

Pemimpin daerah seperti Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini tengah banyak menjadi sorotan karena mampu menonjolkan kreativitas untuk membangun wilayahnya. Sosok pemimpin seperti ini yang dibutuhkan untuk memajukan daerah.

“Karakteristik pemimpin itu akan memberi warna karena birokrasi di Indonesia itu belum ada karakternya. Etos kepemimpinannya belum jadi. Sehingga, begitu ada pemimpin yang bisa memberi warna, birokrasi akan mengikuti,” katanya.

Kepala Ekonom BTN ini menilai Banyuwangi juga berkembang pesat dengan salah satu motor penggerak adalah sang bupati, Abdullah Azwar Anas. Dengan kreativitas, daerah bisa mengeksplorasi bakat-bakat dan potensi lokal untuk dikembangkan.

“Banyuwangi yang hari-hari ini terlihat progresif di bidang pariwisata dan IT. Mereka berani mencanangkan sebagai smart city, karena infrastruktur dan IT-nya bagus. Nah, itu salah satu cara yang bagus untuk mengundang investasi,” kata dia.

Selanjutnya, kreativitas akan mendorong tumbuh-kembang kewirausahaan (entrepreneurship) dengan balutan inovasi dan profesionalisme. Jika sudah banyak wirausahawan baru bermunculan, bisnis di daerah akan semakin berkembang pesat.

Hanya saja, industri kreatif tidak akan bisa berjalan tanpa didukung ketersediaan infrastruktur. Ia menyayangkan potensi wisata di Tanah Air yang belum optimal menggaet banyak jumlah turis domestik maupun mancanegara.

“Yang paling konkrit, Raja Ampat. Jarang turis ke sana, kenapa? Penerbangan ke sana jarang. Hotel juga belum terlalu banyak. Infrastruktur ini biasanya terkait cost. Kalau infrastrukturnya buruk, cost akan semakin mahal,” ujar dia. (Reportase: Destiwati Sitanggang)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)