Makassar Siap Menjadi Global Business City

Pertumbuhan ekonomi Makassar makin pesat dengan munculnya bisnis-bisnis baru. Alberto Hanani, dosen Manajemen FEUI, yang pernah menjadi dosen tamu di Universitas Hassanudin, Makassar, menyebutkan bahwa Kota Angin Mamiri itu memiliki potensi go global.

Menurut Alberto, ada 5 potensi utama Makassar. Pertama, sebagai penghubung yang menautkan antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur yang menyebabkan fungsi logistik, fungsi transportasi, dan fungsi perdagangan saling berpengaruh. Pelabuhan dan bandara yang memadai menjadikan potensi kota ini makin terasa secara optimal.

Kedua, sebagai tempat pengelolaan kekayaan alam (seperti tanaman coklat, peternakan, dan lain-lain). Aset ini merupakan potensi pencipta nilai tambah lebih tinggi bagi hasil budidaya alam yang masih dapat dikembangkan sehingga memacu kebutuhan ekonomi kota Makassar. Potensi ekspor hasil pengolahan budidaya tersebut masih dapat meningkat beberapa kali lipat.

Ketiga, kota pelajar, khususnya untuk mahasiswa Indonesia yang tinggal di wilayah timur Indonesia. Namun demikian, banyaknya universitas di Makassar belum sepenuhnya mencerminkan peran Makassar sebagai kota pelajar.

Keempat, Makassar juga dikenal sebagai objek wisata alam, budaya, dan kuliner yang kaya akan keragaman keindahan, tetapi belum sepenuhnya dikelola dengan maksimal. Juga, kawasan industri yang menjadi pusat produksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan hasil industri di Indonesia bagian timur.

Saya kira Pemkot Makassar seiring dengan proses demokratisasi makin menunjukkan keseriusan untuk membangun Makassar sebagai kota kelas dunia, setara dengan kota-kota lain di emerging country Cina dan India. Partisipasi warga juga makin menunjukkan gairah untuk berkontribusi terhadap kemajuan kehidupan ekonomi kota Makassar,” ujar Alberto.

Menurutnya, sangat sulit mengukur daya dukung dan pelayanan Makassar. Tapi dilihat dari tingkat kepuasan para pengusaha maupun total skor dari hasil survei The Best Cities to Invest 2012 kajian Majalah SWA, Alberto menyimpulkan bahwa pelayanan Makassar terhadap warganya tidak mengecewakan, dan daya dukung Pemkot juga terus menunjukkan kemajuan.

Kekurangan dan kendala yang menurut saya masih dimiliki Makassar adalah kesiapan SDM kota ini untuk melakukan akselerasi pengembangan dan pembangunan kota. Potensinya besar, tetapi kapasitas SDM masih relatif terbatas, sehingga momentum pembangunan ekonomi di daerah ini sedikit terhambat,” dia mengkritisi.

Lantas, bagaimana peluang Makassar untuk menjadi global business city? Alberto menjawab bahwa peluang itu cukup besar, terutama jika kapasitas SDM (masyarakat) dikembangkan secara terarah dan align dengan program prioritas Pemkot Makassar.

Menurut Alberto, ada tiga cluster pengembangan yang harus dilakukan Makassar ke depan. Pertama, industri wisata (alam bahari, kebudayaan dan kuliner, termasuk industri perhotelan dan kegiatan usaha penunjang wisata lainnya. Kedua, industri pendidikan tinggi. Dengan mengembangkan universitas kelas dunia, terutama di bidang perkebunan, pertanian, peternakan, dan rekayasa industri, serta jasa pariwisata. Ketiga, industri jasa logistik yang kuat untuk melayani kebutuhan Indonesia bagian timur.

Untuk itu, Alberto menyarankan dua hal pembenahan kota Makassar. Pertama, tersedianya fasilitas infrastruktur yang memadai, seperti jalan raya, bandara, pelabuhan, listrik, telekomunikasi, air bersih, dan lainnya. Kedua, iklim investasi yang kondusif sebagaimana dibuktikan dengan kemudahan pelayanan oleh birokrasi, budaya anti-korupsi yang makin transparan, dan model kerja-sama public-private yang memberi dampak multiplier besar dalam me-leverage potensi kota Makassar.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)