Makin Dicari, Perusahaan Logistik Terintegrasi

Industri logistik di Indonesia terus bertumbuh seiring semakin besarnya industri e-commerce. Tak hanya melakukan treking, para pemain di industri ini melebarkan sayap bisnisnya dengan membangun gudang. Bahkan, sudah ada yang memiliki kurir sendiri, tidak hanya mengerjakan satu hal saja.

“Jadi, mereka melakukan proses bisnis terintegrasi. Dari A-Z dikerjakan semua. Dulu, perusahaan logistik seperti ini dimiliki oleh asing. Tapi, sekarang sudah ada 20-30 perusahaan yang terintegrasi. Prospeknya ke sana,” kata Zaldy Ilham Masita, Chairman Asosiasi Logistik Indonesia.

Setelah sempat menurun pada tahun 2015 seiring pelemahan ekonomi, lanjut dia, industri logistik pada tahun ini akan kembali tumbuh dua digit. Ia optimistis hingga 2020 mendatang, industri jasa pengiriman ini akan tumbuh rata-rata 15%. Kenaikannya juga dipengaruhi geliat industri manufaktur dan pembangunan infrastruktur.

Zaldy Ilham Masita, Chairman Asosiasi Logistik Indonesia. Zaldy Ilham Masita, Chairman Asosiasi Logistik Indonesia.

“Tetapi, beberapa kali krisis dan sekalipun krisisnya parah, industri logistik masih tetap tumbuh. Begitu ada krisis dan ekonomi turun, makin banyak orang melakukan outsourcing logistik karena biaya sudah mahal,” kata dia.

Dia menjelaskan, pemerintah harus terus menggenjot pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan industri logistik. Selain itu, ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas juga mesti menjadi perhatian. Dengan regulasi yang ada sekarang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum mengakui logistik dari segi keilmuan.

“Belum ada S1 Logistik. Selama ini masih D3 Logistik dan itu pun belum banyak. Kami berharap itu bisa diperbaiki. Regulasi lainnya juga masih banyak yang tumpang tindih, perlu ada harmonisasi aturan. Infrastruktur kita juga masih tertinggal dari negara tetangga terutama di luar Jawa,” katanya.

Ia juga melihat pertumbuhan industri logistik akan lebih cepat dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Banyak perusahaan logistik konvensional yang telah menggunakan aplikasi mobile. Ini akan menjadi nilai lebih perusahaan dibanding kompetitornya. Investasi di sumber daya manusia juga menjadi salah satu prioritas.

“Misalnya, dengan menggelar training, hingga menyekolahkan karyawannya. Saya harap perusahaan lokal logistik bisa memberi kontribusi untuk peningkatkan kualitas SDM-nya,” kata dia. (Reportase: Sri Niken Handayani)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)