Strategi Bank Mandiri Gaet Nasabah Ritel Lebih Banyak

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membuka Mandiri Banking Lounge di mal-mal atau pusat-pusat perbelanjaan di beberapa kota Indonesia. Banking lounge tersebut akan menyediakan berbagai macam produk dan layanan Bank Mandiri. Layanan tersebut antara lain adalah registrasi nasabah, redemption Mandiri Fiestapoin, Gelang E-Money, Kartu E-Money, Mandiri Internet, Mandiri Mobile, dan Mandiri ATM. Pada tahap awal, Mandiri Banking Lounge akan digelar di mal Senayan City, mulai 4 September hingga 8 September 2013.

Muhammad Gumilang, Vice President (VP) Mass Banking Bank Mandiri, menerangkan bahwa program ini merupakan media edukasi bagi nasabah Bank Mandiri dan masyarakat umum lainnya, yang menjadi pengunjung di pusat-pusat perbelanjaan tersebut. Karena dengan lounge ini, mereka bisa lebih mengenal dan dekat dengan produk dan layanan perbankan, khususnya produk dan layanan bank pelat merah tersebut.

Mandiri Banking Lounge di mal Senayan City Jakarta Mandiri Banking Lounge di Mal Senayan City Jakarta

“Kami menyadari mobilitas masyarakat saat ini sangat tinggi sehingga membutuhkan layanan keuangan yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mendukung berbagai aktivitas yang dilakukan,” kata Gumilang, di Jakarta, Jumat (6/9).

Gumilang meyakini bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Bank Mandiri semakin tinggi. Kepercayaan tersebut ditunjukkan dengan terus meningkatnya jumlah transaksi menggunakan jaringan elektronik Bank Mandiri.

“Melalui Mandiri Banking Lounge, kami juga berharap awareness, dan jumlah pengguna produk-produk e-channel dan Mandiri Fiestapoin, serta bisnis kami di segmen ritel, semakin meningkat (ke depannya). Kita juga berharap program ini dapat memudahkan nasabah dalam melakukan berbagai transaksi keuangan,” tuturnya.

Hingga Juli 2013, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri menyentuh angka Rp467 triliun, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp404 triliun. Adapun jumlah tabungan tumbuh 18,7%, mencapai Rp290 triliun, dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Lalu, nilai transaksi pada jaringan elektronik per Juli 2013mencapai Rp620 triliun, naik 32%, daripada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp469 triliun.

Selain itu, perseroan juga mencatat nilai transaksi belanja yang menggunakan Kartu Debet Mandiri telah mencapai Rp3 triliun per bulannya. Dengan jumlah volume transaksi mencapai 4,2 juta kali per bulan. “Itu naik tajam dalam empat tahun terakhir. Transaksi di atas Rp3 triliun per bulan (posisi Juli 2013) dengan 4,2 juta kali transaksi untuk debit,” ujarnya.

Gumilang mengungkapkan bahwa kenaikan nilai transaksi year on year (yoy) mencapai 62% per Juli 2013. Sementara nilai transaksi kartu debet pada Juli 2012 sekitar Rp 2 triliun. “Nasabah tabungan ada 10,3 juta yang punya kartu debit,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa saat ini terjadi tren berbeda pada nilai transaksi Kartu Kredit Mandiri. Karena terdapat penurunan jumlah transaksi menggunakan kartu kredit. “Orang sekarang sudah meninggalkan kartu kredit karena itu ada limitnya,” ucapnya.

Kemudian, Bank Mandiri juga akan terus mengembangkan jaringan kantor cabang, elektronik, maupun jaringan layanan lainnya. Yaitu dengan menambah jumlah electronic dana capture (EDC) dan mesin ATM, yang saat ini masing-masing mencapai lebih dari 200.000 unit EDC dan 11.000 ATM. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)