Manfaat Corporate University Bagi Pertamina

PT Pertamina (Persero) mendapatkan banyak manfaat dari Corporate University sejak 2011. Sebanyak 1.250 karyawan telah mendapat sertifikasi yang berdampak positif terhadap kinerja BUMN migas ini.

"Laporan kecelakaan dan insiden pekerjaan berkurang. Dari sisi bisnis, tren menunjukkan adanya penurunan loses ke arah positif dengan kebijakan perusahaan dan juga comply dengan regulasi," kata Ika Satyakartika, Manajer Pelatihan Umum & Fungsional Pertamina.

timpertamina-ika-depan-kanan

Menurut dia, penurunan loses hingga saat ini telah mencapai US$ 26,03 juta dari target US$ 35 juta. Ini akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan migas kebanggaan Indonesia ini.

"Kami juga punya program percepatan untuk mengisi level jabatan middle up yang banyak yang kosong. Kami mencari karyawan yang potensial untuk mengisi posisi yang lowong tersebut," kata dia.

Dia menjelaskan, Corporate University Pertamina dibuat untuk menghasilkan karyawan terbaik demi mencapai target Safe Work Practices untuk meraih Health & Safety Executive (HSE) Excellence. Ada sekitar 25 modul praktik untuk keselamatan kerja.

Corporate University di Pertamina menggunakan tiga metode. Pertama, konsep Andragory Learning yang membutuhkan keterlibatan dari seluruh peserta. Pengalaman kerja, terutama yang terkait pemecahan masalah peserta juga sangat bermanfaat. Rencana kerja dan evaluasi instruksi yang dilakukan sangat penting dalam proses perbaikan.

Kedua, metode experiental learning yang fokus membuat siklus antara divergensi, asimiliasi, konvergensi, dan akomodatif. Ini memungkinakan pekerja untuk bisa ke tahap feel and watch. Kemudian berubah menjadi think and watch, lalu dikonversi menjadi think and do, dan bergeser jadi feel and do.

"Ketiga, metode Blended Learning Methode yang menggabungkan antara kelas dan praktek pengalaman dan apa yang dibutuhkan. Ini untuk pekerja yang sifatnya IT Based, Site visit and love case, SME, serta yang sifatnya implementatif," ujar dia.

Ke depan, materi pelatihan juga bisa disampaikan lewat webinar. Sehingga, tidak perlu harus berkumpul di satu kelas. Pembelajaran bisa dilakukan di mana saja karena berbasis IT. Tantangannya hanya satu kalau ada perubahan di governance," kata dia.

Sepanjang 2015, Pertamina mencatat penurunan "losses" ke angka 0,34% atau jauh di bawah angka batas toleransi internasional 0,5 persen. Pada 2016, Pertamina menargetkan "losses" menjadi hanya 0,2% dengan nilai efisiensi yang didapat sebesar US$ 105 juta.

(Reportase: Rizky C. Septania)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)