Maybank Terapkan HR yang Business Driven

Di balik kesulitan, selalu ada jalan. Saat tengah berada dalam tekanan, kreativitas seseorang bisa muncul dengan tiba-tiba. Solusi terbaik akhirnya ditemukan, yang akhirnya bermuara pada membaiknya kinerja perusahaan.

Prinsip inilah yang dianut Rini Hendriani, Human Capital-Senior Manager Leadership, Behavior, and Learning Development, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank). Dengan dimulainya era Masyarakat Ekonomi ASEAN, bank di Indonesia tak boleh terlena karena kompetitor dari negara lain jelas akan bertambah.

“Dengan adanya MEA, persaingan akan semakin ketat. Suatu produk akan mudah dipasarkan dari satu negara ke negara lain. Kalau diam saja di comfort zone, kami akan kalah karena kompetitor punya produk unggulan,” katanya.

Human Capital-Senior Manager Leadership, Behavior, and Learning Development, PT Bank Maybank Indonesia Tbk Rini Hendriani, Human Capital-Senior Manager Leadership, Behavior, and Learning Development, PT Bank Maybank Indonesia Tbk

Menurut dia, ke-9 negara di ASEAN memiliki pemainnya sendiri yang paling kuat. Mereka semua tentu mengincar Indonesia yang punya pasar besar. Tak hanya bergelut di lingkup nasional, Maybank juga mesti berjibaku di kawasan Asia Tenggara yang sangat kompetitif.

“Persaingan lebih berat di level ASEAN. Kami menyasar segmen kelas menengah. Beberapa tahun ke depan, kelas menengah memiliki daya survive yang bagus dan bahkan bertambah populasinya,” katanya.

Dia menjelaskan, seluruh karyawan harus punya jiwa dan kesadaran untuk bersaing agar perusahaan mampu bertahan di era perdagangan bebas di kawasan ASEAN. Ini adalah tantangan untuk tim di Human Capital Maybank.

Rini mengakui pentingnya menggunakan pendekatan yang lebih business driven untuk menentukan strategi terbaik. Dengan menjadi rekan bisnis, seluruh kebijakan yang dihasilkan akan mendukung target-target bisnis yang ingn dicapai perusahaan.

“Baru setelah membangun mental seperti ini, kami membenahi infrastruktur dari segi development maupun resourcing. Human Capital itu sangat dinamis. Ini tantangan tersendiri buat saya ,” katanya.

Beberapa tantangan yang mengadang di depan antara lain, kompetisi yang kian ketat seiring pasar yang akan semakin terbuka. Urusan merekrut talent berkualitas pun semakin sulit. Karakteristik karyawan masa kini adalah membutuhkan segala sesuatunya serba cepat.

“Ini adalah bagaimana kita harus membuat segala sesuatunya strategis. Sehingga, tidak lagi berkutat di administratif. Maksudnya lingkungan kerja harus lebih memanfaatkan otomatisasi agar efektif. Perbedaan generasi X dan Y juga menimbulkan perbedaan cara bekerja,” kata wanita yang pernah menjadi karyawan terbaik tahun 2013 ini. (Reportase: Raden Dibi Irnawan)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)