Medco akan Operasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas di 2016

Saat ini rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 80%, tapi masyarakat yang belum menikmati listrik masih ada sekitar 50 juta jiwa. Pemerintah pun menargetkan rasionya ditingkatkan menjadi 100% hingga tahun 2020 agar semua warga menikmati listrik.

Total kapasitas terpasang pembangkit listrik di tahun 2013 sebesar 7.128 megawatt (MW, sedangkan realisasi pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 7,8%. Untuk menutup rasio tersebut dibutuhkan peranan swasta, seperti upaya PT Medco Power Indonesia (MPI) yang berencana membangun pembangkit listrik energi terbarukan (panas bumi/geothermal) di Sumatera Utara.

azil E. Alfitri, Presdir Medco Power Indonesia Fazil E. Alfitri, Presdir Medco Power Indonesia

MPI, anak usaha PT Medco Energi Internasional, Tbk, sedang membangun pembangkit listrik tenaga panas (PLTP) Sarulla di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Fazil E. Alfitri, Presdir MPI, mengatakan, perseroan menargetkan pembangunan tahap pertama akan selesai pada tahun 2016. “Jadi proyek PLTP perseroan adalah pembangkit listrik energi geothermal dan ini akan menjadi yang terbesar di dunia dengan kapasitas 330 mega watt. Sekarang pembangunannya sedang tahapan konstruksi dan diharapkan beroperasi pada tahun 2016 atau 2017,” ungkap Fazil.

Tahun 2016, unit pertama proyek Sarulla sebesar 110 MW dijadwalkan untuk beroperasi komersial. Selanjutnya, pengoperasian unit kedua dan ketiga yang masing-masing sebesar 110 MW akan dioperasikan komersil pada tahun 2017 dan 2018. “Saya melihat pembangunan infrastruktur membuka peluang bisnis di bidang kelistrikan,” ucapnya. Pemerintah berencana membangun pembangkit listrik 35 ribu MW dalam 5 tahun ke depan.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merancang geothermal sebagai sumber energi terbarukan untuk pembangkit listrik di masa depan. Saat ini, penggunaan energi terbarukan masih terbatas yakni sebesar 5,7% dari total penggunaan energi. MPI menangkap peluang pasar ini.

Medco-Fazil2

MPI bersama Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co dan Ormat Internasional Inc. membentuk Konsorsium Sarulla Operations Ltd. Konsorsium ini pada April 2014 mendapat pinjaman senilai USD1,17 miliar dengan tenor 20 tahun dan tujuh bulan masa tenggang untuk membiayai pembangunan proyek PLTP Sarulla.

Para pemberi pinjaman adalah dari Japan Bank for International Cooperation, Asian Development Bank dan konsorsium dari beberapa bank komersial yang terdiri dari Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, ING Bank NV, Mizuho Bank, Ltd, National Australia Bank, Société générale dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation sebagai Mandated Lead Arrangers.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)