Melongok Kehebatan Talent Pool BUMN

Untuk mendorong perekonomian negara, pemerintah mendirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keberadaan banyak BUMN juga berfungsi untuk membuka lapangan pekerjaan. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, BUMN juga dituntut untuk menyumbang keuntungan kepada negara.

Untuk itulah, diperlukan pemimpin yang benar-benar profesional, alias yang terbaik di bidangnya agar BUMN yang dipimpin terus maju. Talent pool adalah wahana yang tepat untuk menghasilkan talent-talent terbaik dari BUMN. Proses rotasi kepemimpinan juga akan lebih mudah dijalankan.

“Misalnya, Direktur BRI menjadi Wakil Direktur Utama Bank Mandiri. Direktur Bank Mandiri menjadi Wakil Direktur Utama BRI. Itu adalah produk dari talent pool nasional di Kementerian BUMN. Jadi, talent pool ini memang sudah ada,” kata Satya Radjasa, Country Leader - Consulting & Talent Information Solution, Mercer.

Menurut dia, konsep talent pool ini untuk mengusir jauh-jauh unsur politis, intervensi, dan hal-hal lain yang bersifat negatip. Setiap orang yang akan diangkat menjadi direktur sebuah BUMN harus menjalani proses assessment dan proper test. Tim penilai di assessment center bisa berasal dari internal perusahaan ataupun konsultan dari luar.

“Infrastruktur (talent pool) ini sudah tepat. Jadi, Kementerian melakukan engagement dengan beberapa konsultan yang ahli di bidang assessment untuk melakukan test di assessment center,” katanya.

Satya Radjasa Country Business Consulting & Talent Information Solution at Mercer, berpose di kantor swa, stok 2015 Satya Radjasa Country Business Consulting & Talent Information Solution at Mercer, berpose di kantor swa, stok 2015

Secara umum, lanjut dia, kehadiran Corporate University di beberapa BUMn ternama seperti Telkom, PLN, Pertamina, dan lainnya sangat membantu dalam membentuk talent pool nasional. Pemerintah hanya tinggal mensinergikan corporate university yang satu dengan yang lain untuk memudahkan kinerja talent pool nasional.

“Setiap BUMN punya talent pool masing-masing. Tapi, kualitas sistemnya belum merata. Ada BUMN yang talent pool-nya sudah maju, sementara lainnya masih dhuafa. Ada beberapa BUMN yang sudah bagus sistemnya, seperti Bank Mandiri, dan ada juga yang belum. Ini yang harus terus diperbaiki,” ujarnya.

Mantan Menteri BUMN, Sugiharto menambahkan, konsep talent pool yang ideal memang harus bottom-up. Ini untuk memenuhi prinsip keadilan, adaptabilitas, independensi, kompetensi, dan akuntabilitas publik. Setiap BUMN, sesuai dengan kebutuhan sektornya masing-masing, paling kompeten melakukan penjaringan dan proses seleksi.

“Ada 3 tahapa utama, pertama adalah assessment dari talent pool di BUMN, kedua assessment di tingkat Menteri Negara, dan kalau industrinya strategi, sesuai dengan Peraturan Presiden harus diajukan oleh Menteri Negara BUMn ke Tim Penilai Akhir yang dipimpin Presiden,” katanya.

Menurut dia, Presiden harus memberikan political will yang kuat untuk memastikan proses rekrutmen pejabat BUMN dilakukan dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Menteri BUMN juga harus memastikan mekanismenya sesuai best practice yang disetujui. Beberapa BUMN yang sudah bagus dalam menerapkan talent pool untuk manajemen suksesi di perusahaan, sebut saja PT Aneka Tambang, PT Tambang Batubara, Perusahaan Gas Negara.

“Beberapa BUMN bahkan sudah punya Corporate University seperti Pertamina, Telkom, Bank Mandiri untuk menyediakan calon pemimpin di BUMN. Hanya saja, masih perlu waktu untuk menyediakan pemimpin top karena keberadaannya yang masih terbilang baru,” ujarnya. (Reportase: Raden Dibi Irnawan/Nerissa Arviana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)