Membedah Kesiapan Kamadjaja Logistics di Era MEA

Pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah di depan mata. Bagaimana kesiapan para pemain logistik menghadapi iklim bisnis yang semakin kompetitif itu? Kamadjaja Logistik, pelopor bisnis logistik di Tanah Air menyatakan siap sepenuhnya untuk bersaing dengan para pemain asing. Bagaimana bentuk kesiapannya? Ivan Kamadjaja, CEOKamadjaja Logistics dan Ivy Kamadjaja, CMO Kamadjaja Logistics, yang didampingi Jimmy Sudirgo, Senior Manager of Strategy & Initiative Management Office Kamadjaja Logistics memaparkannya kepada Gustyanita Pratiwi dari SWA Online.

Kamadjaja-Ivy

Berapa % pertumbuhan bisnis logistik di Tanah Air tahun ini?

Estimasi pertumbuhan bisnis logistik di Tanah Air tahun 2014 diperkirakan sekitar 14,7% yakni sekitar Rp180 triliun. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya mengalami peningkatan terus, double digit. Peningkatan ini terjadi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomimendorong meningkatnya kelas menengah, dan konsumsi masyarakat. Ditambah dengan pertumbuhanperdagangan internasional. Faktor lain yang turut berperan adalah suksesnya penyelenggaran Pemilu,mulai dari legislatif hingga presiden. Plus visi Jokowi atas ekonomi kerakyatan dan pengembangansektor maritim di Tanah Air.Semuanya ini akan mendorong meningkatnya peluang di industri logistik Tanah Air.

Demikian pula dengan yang dirasakan oleh Kamadjaja Logistics sendiri tahun ini. Kami mengalamipertumbuhan double digit pula. Ada banyak faktor yang membuat kami bertumbuh secara eksponensial.

Salah satunya adalah program ‘Quantum Leap’ yakni program kerja 5 tahunan, yang dibalut menjadisebuah corporate transformation dalam segala lini, yang terus-menerus dijalankan secara konsisten.Di samping itu, pertumbuhan kami juga didukung oleh bertambahnya kapasitas warehouse kami yangterbaru, yaitu Kamadjaja Logistics Park (Klog Park). Sebuah fasilitas integrated logitics services yangmengintegrasikan semua layanan logistik dalam satu atap. Klog Park hadir di 3 kota utama di Indonesia,yakni: Jakarta, Surabaya, dan Medan. Klog Park menjadi landmark dari Kamadjaja logistics.

Apa saja ancaman yang akan timbul dengan diberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC) padaDesember 2015?

AEC 2015 menimbulkan beberapa tantangan dalam industri logistik.Berlakunya AEC akan memicu kompetisi yang semakin intens antar perusahaan penyedia jasa logistik.Dalam kondisi ini, customer menuntut tingkat pelayanan yangg tinggi, dengan biaya yang efisien.Akibatnya harga menjadi semakin kompetitif, akhirnya margin keuntungan semakin kecil.Tantangan lainnya adalah mendapatkan SDM/profesional logistik yang berkompeten, pelatihan yangmesti dilakukan terus-menerus, dan meminimumkan terjadinya turnover; karena dengan semakin ketatnyakompetisi yang ada, terjadi talent war, yakni perebutan profesional yang kompeten di dunia logistik.

Kondisi-kondisi di atas telah dirasakan dari sekarang.Ya, adanya AEC akan membuka peluang semakin banyaknya perusahaan logistik asing masuk keIndonesia. Ibaratnya Indonesia ini seperti gadis cantik di antara negara-negara ASEAN lainnya.Walaupun masuknya perusahaan logistik asing agak sedikit terhambat dengan diberlakukannya negativelist 33%, tetapi kami prediksi mereka akan berusaha masuk dengan berbagai macam cara, termasuk akuisisi perusahaan lokal.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)