Menanti Sentuhan Midas Rivan Purwantono di Bukopin

Rivan Achmad Purwantono, CEO PT Bank Bukopin Tbk.
Rivan Achmad Purwantono, CEO PT Bank Bukopin Tbk.

Sejak beberapa bulan lalu PT Bank Bukopin Tbk. dipimpin oleh CEO baru, Rivan Achmad Purwantono. Penunjukan Rivan sebagai CEO tak lepas dari dinamika internal Bukopin yang kini memiliki pemegang saham pengendali baru, KB Kookmin Bank, yang mengontrol kepemilikan 67% saham Bukopin --sisa saham dimiliki Kopelindo (18,14%), Bosowa Corporindo (11,68%), dan Negara Republik Indonesia (3,18%). Wajar bila investor baru asal Korea Selatan itu menginginkan Bukopin berkinerja lebih baik dengan mengagendakan sejumlah transformasi dan strategi baru.

Rivan bukanlah orang baru di Bukopin. Tak kurang dari 14 tahun ia telah berkarya di Bukopin, sejak 2006. Ia pernah menjabat sebagai Group Head of Private Banking, Kepala Divisi Liabilities Consumer, GM, hingga Direktur Consumer, sebelum akhirnya ditugaskan sebagai Direktur Utama Bukopin sejak Juni 2020.

“Sejak KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin, fokus Bukopin melakukan pengembangan di seluruh lini bisnis melalui serangkaian upaya transformasi,” kata lulusan S-1 Universitas Gadjah Mada itu.

Ya, masuknya KB Kookmin Bank sebagai pengendali memang menyebabkan perubahan dan adaptasi baru yang harus dilewati Bank Bukopin. Langkah-langkah yang menjadi concern transformasi di Bukopin mencakup pengembangan personal dan kompetensi, strategi positioning, organisasi, proses bisnis, serta tata kelola dan internal kontrol perusahaan. “Termasuk rebranding maupun pengembangan di sistem internal Bukopin, ” ujar Rivan.

Dalam jangka pendek, suntikan dana segar akan memperkuat likuiditas dan struktur permodalan. Sementara dalam jangka panjang, akan meningkatkan pertumbuhan bisnis Bukopin melalui berbagai sinergi yang dilakukan. Tentu saja, Bukopin juga dapat memanfaatkan jaringan bisnis global Kookmin Bank di berbagai negara.

Saat ini Rivan dan timnya sibuk menjalankan transformasi sekaligus melakukan transfer knowledge dan expertise dari Kookmin Bank untuk menciptakan peningkatan sinergi operasional di Bukopin. Bukopin memiliki komposisi portofolio kredit di segmen usaha mikro kecil menengah sebesar 57%. Fokus pada lini bisnis sektor UMKM dan microfinance ini akan tetap dijaga. Namun, juga akan diperkuat dengan keunggulan Kookmin yang di negaranya sangat kuat di bidang mortgage, sehingga Bukopin pun akan meningkatkan layanan KPR. “Kami akan melakukan peningkatan di segmen ritel dari total 75% menjadi 80% dan sisanya tetap dijaga di korporasi,” Rivan mengungkapkan.

Ia kini juga tengah sibuk mengajak timnya menguatkan teknologi. Dibantu Kookmin Bank, Bukopin akan mempercepat transformasi digitalisasi bisnis. Di Kor-Sel, Kookmin sudah sangat dikenal dengan teknologinya, one stop mobile apps yang sangat canggih. Bukopin sedang menyiapkan untuk membangun sistem baru melalui aplikasi yang dikembangkan Kookmin, Liiv.

Bukopin pun akan mengembangkan bisnis-bisnis baru dan platform percepatan digitalisasi. Salah satunya, mengoneksikan aplikasi Wokee miliknya dengan Liiv. Pengoneksian ini diyakini akan menciptakan produk-produk turunan.

Di sisi lain, Bukopin akan sangat selektif dalam mencari pasar untuk bersaing, dan tetap fokus pada hal yang paling relevan dan sesuai dengan target bisnisnya, yaitu segmen ritel, terutama UMKM, koperasi, dan komunitas pelaku bisnis Indonesia-Korea. Rivan yakin, kerjasama antara Kookmin dan Bukopin akan mampu meningkatkan percepatan dalam proses investigasi atau penilaian aset calon debitur, yaitu hanya dalam satu jam, dengan dukungan sistim database yang akan dibangun.

Rivan menargetkan dalam lima tahun ke depan Bukopin akan menjadi 10 bank terbesar di Indonesia. Baru-baru ini PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga sudah menaikkan peringkat Bukopin dari “idAA”, menjadi “idAAA”. Peringkat “idAAA” adalah peringkat tertinggi yang diberikan kepada perusahaan skala nasional. Peringkat ini diberikan kepada emiten atau obligasi dengan risiko gagal bayar yang rendah.

Peningkatan peringkat tersebut juga menunjukkan makin tumbuhnya kepercayaan masyarakat pada Bukopin yang secara permodalan kini makin kuat. Dengan transformasi yang diagendakan Rivan dkk., ke depan Bukopin diyakini semakin solid, terlebih dengan sejumlah penguatan operasional yang akan dilakukan. (*)

Sudarmadi & Anastasia AS

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)