Mencari Solusi Teknologi untuk Tekan Biaya Logistik

Indonesia memang layak disebut Negara Bahari, terbukti sejak lama melekat predikat itu ditandai dengan lagu ‘nenek moyangku orang pelaut’. Presiden Soekarno pun pernah berpesan, “Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar menjadi jongos di kapal. Bukan! Tetapi bangsa pelaut dalam arti yang seluas-luasnya, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang laut itu sendiri.” Saat membuka Institut Angkatan Laut (IAL) di Surabaya (1953).

Bukan hanya memiliki luas lautan terbesar di dunia, dikelilingi oleh ribuan pulau besar dan kecil, kekayaan laut Indonesia juga melimpah. Perikanan dan Kelautan bisa mengantarkan kejayaan Indonesia lewat kontribusinya sebesar US$1,2 triliun untuk keuangan negara. Angkanya bahkan bisa mencapai US$1,8 triliun per tahun. Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla bertekad mengembalikan kejayaan sektor kelautan nusantara dengan cara menggali potensi kelautan lewat konsep tol laut. Bak sebuah ekosistem, ada banyak sekali faktor yang bersentuhan dengan konsep ini, seperti sektor perikanan, infrastruktur, transportasi, pergudangan, energi, kawasan industri, dan lainnya.

Ilustrasi kegiatan di pelabuhan (Foto: IST) Ilustrasi kegiatan di pelabuhan (Foto: IST)

Bicara Kemaritiman Nasional, tak bisa dilepaskan dari urusan logistik dan kepelabuhan, terutama untuk menekan biaya logistik. Untuk mewujudkan maritim modern, dibutuhkan implementasi teknologi di dalamnya. Salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian dalah pembenahan teknologi informasi berikut infrastruktur pendukungnya. Untuk merespon kegalauan yang menerpa ketika melihat kondisi gelanggang bisnis maritim, PPM Manajemen menggelar diskusi terkait Pembenahan Sistem ICT Untuk Menekan Biaya Logistik, pada 25 Maret 2015 mendatang. Diskusi ini akan melibatkan pelaku di industri kemaritiman. Materi pembahasannya akan memberi banyak manfaat bagi para pemangku kepentingan.

Pimpinan Indonesia Logistics Community Service (ILCS) diharapkan bisa menjelaskan perannya atas visi pemerintah demi tercapainya Sistem Logistik Nasional yang locally integrated, globally connected. Dengan demikian, para pelaku logistik yang akan diwakili oleh PT Kamadjaja Logistics (layanan freight forwarding, trucking) dan Djakarta Lloyd bisa menyampaikan juga kebutuhan platform kolaborasi seluruh pemain logistik yang berkepentingan dan memungkinkan terjadinya pertukaran dokumen dan informasi secara real time, aman, murah, dan efektif serta terintegrasi dengan sistem pembayaran.

Gelaran ini sejatinya merupakan pembibitan untuk sebuah hasil panen berupa Konferensi Nasional Bisnis Maritim pada 26-27 Agustus 2015 mendatang. Menteri Komunikasi dan Informatikan Rudiantara akan membuka diskusi dengan gambaran singkat perihal Sistem Logistik Nasional. Tri Gunadi akan menyampaikan pandangannya mewakili ILCS. CEO PT Kamadjaja Logistics, Ivan Kamadjaja dan Direktur Utama Djakarta Lloyd, Arham Torik juga akan ikut urun rembug mencari solusi terbaik.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)