Mengentaskan Masalah Ekonomi, Hibah Compact Sasar 3 Proyek Penting

Wujud Kemitraan Komprehensif Amerika Serikat dan Indonesia dalam tiga dekade terakhir salah satunya tercermin dalam Perjanjian Hibah Compact antara keduanya, di mana pihak AS diwakili oleh Millennium Challenge Compact (MCC).Hibah Compact dilaksanakan oleh negara penerima hibah yang mengutamakan reformasi, dan fokus untuk memaksimalkan efektifitas dan kesinambungan jangka panjang.

Ada beberapa poin utama yang disasar Hibah Compact. Pertama, diluncurkannya Fasilitas Kemakmuran Hijau, yaitu fasilitas pembiayaan di bidang energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Kepala Bappenas dan Ketua Majelis Wali Amanat MCA-Indonesia, Lukita D. Tuwo. “Fasilitas ini dibentuk untuk mengembangkan skema pembiayaan dalam rangka mendorong investasi swasta untuk dua bidang tersebut,” ungkap Lukita.

Pada 3 Juli 2014 lalu telah dibuka penerimaan proposal untuk hibah kemitraan bagi pengembangan komoditas kakao. Sementara undangan pengajuan proposal untuk dua skema pendanaan yang lain juga akan diumumkan secara bertahap dan disosialisasikan kepada publik.

Tujuan lainnya adalah pengadaan program kesehatan dan gizi berbasis masyarakat untuk mengurangi stunting. Hal ini berarti akan mengurangi dan mencegah kelahiran anak dengan berat badan kurang, anak pendek dan kurang gizi di wilayah kerja proyek. Ketiga, Modernisasi Pengadaan, yaitu menghemat pengeluaran pemerintah secara signifikan dalam pengadaan barang dan jasa, memastikan kualitas yang sesuai dengan kepentingan publik, serta memastikan ketersediaan jasa publik sesuai rencana.

Anggaran Hibah Compact mendapatkan tambahan US$ 5 juta untuk menanggulangi masalah ketidaksetaraan gender di tingkat lembaga dan komunitas yang menghambat manfaat positif dari partisipasi kaum perempuan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)