Mengusung Batik sebagai Strategi IKEA Indonesia untuk Menembus Pasar Lokal

Budaya lokal memliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan budaya lokal. Keberagaman atas budaya lokal ini sangat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu IKEA pun hadir di Indonesia dengan membawa identitas lokal kedalam konsep toko IKEA.

Identitas lokal ini ditunjukkan dengan penggunaan batik, sebagai seragam bagi seluruh karyawan IKEA yang dikenakan setiap hari Jumat atau pada saat-saat tertentu. Batik ini memiliki corak unik dengan perpaduan warna biru dan kuning sebagai dientitas utama IKEA.

Selain digunakan sebagai pakaian resmi, motif batik ini pun menghiasi dinding toko IKEA. Motif-motif batik ini merupakan hasil kompetisi yang diadakan IKEA dengan 11 universitas desain di Jawa Barat. Kompetisi ini merupakan salah satua cara yang diadakan IKEA untuk memeriahkan pembukaan IKEA pada 15 Oktober 2014.

Ada 23 desain yang dikompetisikan dan dimenangkan oleh Linda Arfiyanti yang berasal dari Institut Teknologi Bandung. Ia pun berkesempatan untuk ikut dalam kunjungan eksklusif ke Swedia dan bertemu dengan departemen tekstil IKEA.

Selain desain batik milik Linda , IKEA juga memajang beberapa desain lainnya sehingga memberikan kesan unik dan berbeda. Masuknya batik sebagai identitas lokal di IKEA, merupakan pertama kalinya, karena sebelumnya toko IKEA tidak pernah memasukan ciri khas lokal suatu negara dalam toko IKEA.

DSC_0263 Beberapa desain batik yang ikut kompetisi dan menjadi hiasan di toko IKEA Indonesia

“Kita seharusnya bangga, karena IKEA Indonesia merupakan satu-satunya cabang IKEA yang memasukan unsur lokal kedalam toko. Kami juga sedang mengusulkan ke pusat IKEA di Swedia, agar bagaimana batik bisa dikenal di dunia internasional," ujar Ririn Basuki, Humas IKEA Indonesia.

Upaya yang dilakukan bisa dengan memasukan unsur batik kedalam motif tekstil atau keramik. Mengingat banyak juga produk IKEA yang diproduksi di Indonesia, seperti piring, mangkok, atau furniture lainnya. Kita dapat mengetahuinya dengan melihat di bagian belakang produk, misalnya mangkok. Nanti di belakangnya ada tulisan, made in Indonesia.

Selain batik, IKEA juga amat menghargai kekayaan lokal Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan disediakaanya kopi lokal yang berasal dari Desa Jublekan, Pengalengan, Jawa Barat. Hal ini juga digagas oleh IKEA Indonesia, karena kopi yang berasal dari Indonesia, dirasakan tak kalah kualitasnya dengan kualitas kopi impor. Oleh karena itu IKEA Indonesia, sangat percaya diri untuk memasukan kopi lokal Indonesia, sebagai sajian kopi mereka. IKEA Indonesia juga merupakan satu-satunya cabang IKEA yang memiliki menu kopi lokal dan bukan impor.

Kopi yang masuk ke IKEA memiliki sertifikasi UTZ, yang merupakan program sertifikasi untuk produksi kopi, kakao, dan teh. Sertifikasi ini memiliki banyak peraturan seperti tidak diperbolehkannya penggunaan pestisida, petani mendapatkan pelatihan yang sesuai, mulai dari menanam hingga memprosesnya. Sertifikasi UTZ juga mengatur kondisi kerja bagi para petani, sehingga kopi yang masuk ke IKEA bukanlah kopi yang tidak diolah dengan benar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)