KLH Menggali Budaya Lokal untuk Kearifan Masa Depan

Menyambut hari lingkungan hidup, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) akan mengadakan acara bertajuk “Kearifan lokal : Budaya Menjaga Lingkungan”. Rencananya, acara ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu 16 Mei 2015 di Pelataran Candi Bentar, Taman Mini Indonesia Indah.

IMG_20150512_141240 ket foto : Suasana press Conference yang diadakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Acara yang digelar dari pagi hingga malam ini akan menghadirkan ruwatan yang bermakna rasa syukur.”Ruwatan dipilih karena merupakan salah satu kebudayaan lokal yang hingga saat ini masih ada dan merupakan salah satu kearifan lokal Indonesia,” jelas Tuti Roosdiono, Ketua Panitia event tersebut.

Acara ini nantinya akan mengajak 500 siswa dari SMA pilihan di Jabodetabek.”Siswa-siswi ini apabila suatu saat menjadi pengusaha atau entrepreneur diharapkan akan ingat dengan alam kita, makanya diajak ke Taman Mini. Mereka akan diperlihatkan bagaimana Indonesia memiliki keindahan baik secara kultur, budaya, dan terutama alamnya. Permasalahan Indonesia yang paling parah itu sampah terutama sampah plastik," kata Tuti.

Asia Pasifik selama ini menerima 7.000 ton sampah per hari dari seluruh dunia.”Semua sampah yang dbuang ke sungai di seluruh dunia, itu masuknya ke Asia pacific. Itu belum dihitung dengan di Indonesia sendiri, dengan 2 juta orang setiap harinya membuang sampah,” lanjutnya lagi.

Permasalahan sampah sudah menjadi persoalan yang mengkhawatirkan, namun kesadaran akan hal ini masih kurang. Hanya ada satu perusahaan plastik ramah lingkungan di Indonesia. “Padahal banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan plastik sebagai produk mereka, tetapi sayangnya yang menggunakan plastic ramah lingkungan itu  masih sangat jarang, sehingga kerusakan lingkungan oleh plastic masih sangat tinggi”.

Oleh karena itu apresasi terhadap perusahaan-perusahaan pengguna plastik ramah lingkungan harusah diparesiasi. Dalam acara ini, beberapa perusahaan yang menggunakan plastic ramah lingkungan akan ikut ambil bagian dengan diberikannya stand-stand khusus.

“Acara ini juga akan menghadirkan pameran lingkungan, pertunjukan music Duta Lingkungan, serta berbagai kuliner. Penghargaan peduli lingkungan juga akan diberikan dalam acara ini,” lanjut Tuti.

Selain itu, akan ada juga pertunjukan wayang dari Ki Dalang Sukadi Mbendol dengan lakon Sumar Mantu. Pertunjuan tersebut akan ditampilkan puku 19.00 hingga 24.00. acara ini pn menargetkan 2000 pengunjung dalam satu hari. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)