Menparekraf Fasilitasi Transportasi Tenaga Medis dengan Blue Bird

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memastikan kesiapan sarana transportasi yang akan digunakan tenaga medis untuk mobilisasi dari rumah sakit ke hotel yang telah disiapkan untuk mereka dalam menjalani tugas penanganan wabah COVID-19.

Wishnutama mengatakan, hal terpenting dalam kerja sama ini adalah memastikan kesiapan pihak transportasi dalam menerapkan Standard Operational Procedure kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan yang sejalan dengan standarisasi WHO.

“Agar bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi tenaga medis dalam menjalankan tugas mereka sebagai garda terdepan penanganan wabah COVID-19, maka penerapan standar kesehatan ini adalah hal utama yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Kemenparekraf sebelumnya menjalin kerja sama dengan hotel dan juga penyedia sarana transportasi untuk memberikan tempat menginap dan transportasi bagi tenaga medis. Kerja sama ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pemfokusan Ulang (refocusing) kegiatan, realokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa untuk percepatan penanganan COVID-19.

Ia mengatakan, saat ini Indonesia sedang berjuang keras menghadapi pandemi COVID-19. Sehingga dibutuhkan dukungan dari masing-masing pihak untuk menjalankan prosedur kesehatan dengan baik sebagai langkah antisipasi. "Sehingga tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi tenaga medis, tapi juga pekerja transportasi yang bertugas nanti,” kata Wishnutama.

Menurutnya, transportasi merupakan bagian penting dari industri pariwisata yang saat ini terdampak dari penyebaran COVID-19. Diharapkan kerja sama ini juga dapat menjaga keberlangsungan industri transportasi di tengah kondisi tanggap darurat COVID-19.

Direktur PT Blue Bird Tbk., Sigit Priawan Djokosoetono, mengatakan, pihaknya menyiapkan transportasi untuk sekitar 260 orang dengan komposisi 7 bus dan 1 kendaraan minibus yang akan memobilisasi para tenaga medis dari RSPAD ke penginapan yang telah ditentukan sebelumnya.

Terkait prosedur kesehatan, Sigit mengatakan, Blue Bird mengambil serangkaian tindakan preventif guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang saat bepergian. Sebelum beroperasi melayani masyarakat, pengemudi dan karyawan akan melewati bilik penyemprotan dan cek suhu tubuh. Jika ditemukan ada keluhan, akan diarahkan ke dokter di setiap klinik yang ada di pool BlueBird. Kendaraan setiap kali selesai beroperasi juga dilakukan pembersihan dan pencucian kendaraan. Termasuk vakum serta penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh petugas khusus.

“Kami juga menyediakan hand sanitizer dan hand glove di setiap kendaraan serta masker reusable dari Kartini BlueBird, sebuah pusat pelatihan wirausaha yang terdiri dari istri dan anak perempuan dari pengemudi BlueBird, yang akan diberikan ke masing-masing pengemudi Bluebird,” kata Sigit.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo, mengatakan Bluebird menyikapi serius dalam melakukan antisipasi penyebaran virus COVID-19. "Kami berharap usaha dalam menjaga tingkat kebersihan kabin mobil ini dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi penumpang sebelum diantarkan dengan selamat sampai tujuan. Terlebih dalam keterlibatan kami bersama Kemenparekraf mendukung tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan COVID-19,” ujarnya.

Rangkaian langkah preventif pun telah dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan keamanan baik karyawan, pengemudi, maupun pelanggan. "Kami berharap langkah ini dapat semakin meningkatkan tingkat higienitas dan kebersihan di lingkungan Bluebird termasuk armada-armada kami,” kata dia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)