Menteri Arief Yahya: Pemerintah Siapkan Rp 10 Triliun untuk Kembangkan Borobudur

Menteri Pariwisata Arief Yahya Menteri Pariwisata Arief Yahya

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pemerintah sangat serius untuk mengembangkan objek wisata Candi Borobudur. Menurut dia, diperlukan investasi sebesar Rp 20 triliun untuk bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik.

"Borobudur nantinya jadi destinasi utama berstandar internasional," kata Arief setelah rapat terbatas di Hotel Manohara, Magelang, Jumat, 29 Januari 2016. Dengan status tersebut, Arief mengatakan dibutuhkan pembangunan bandara bertaraf internasional dan hotel-hotel berkelas.

Menurut Aref, berdasarkan hitung-hitungan jumlah kebutuhan investasi tersebut akan dibagi menjadi dua bagian. Pertama, pemerintah akan menyiapkan Rp 10 triliun untuk membangun infrastruktur utama seperti jalan, listrik, dan air. Sedangkan sisanya, akan disumbang oleh investor asing maupun lokal untuk membangun fasilitas penunjang seperti hotel.

Arief mengatakan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Candi Borobudur akan meningkat seiring rencana pengembangan. Dia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara bisa meningkat menjadi 2 juta pengunjung dari rata-rata saat ini hanya 250-300 ribu orang.

"Dua juta Wisman itu bisa mendatangkan devisa sekitar US$ 2 miliar. Uang yang beredar sekitar Rp 100 triliun," kata Arief. Sementara untuk kunjungan wisatawan lokal, Arif menargetkan bisa mencapai 5 juta orang.

Untuk mencapai target itu, pemerintah akan membentuk satu manajemen atau pengelolaan khusus Candi Borobudur. Arief mengatakan lembaga itu berupa Badan Otorita Borobudur. Pengelolaannya, lanjut Arief, akan dilakukan secara terintegrasi. Skema ini tidak berbeda seperti pengelolaan wisata di kota Madrid, Spanyol yang diambil alih oleh negara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan pengembangan Candi Borobudur. Pasalnya, objek wisata Borobudur banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu keberadaannya mesti terus dilestarikan. "Pengembangan ini mesti disiapkan dengan baik," ucap Presiden Jokowi.

Tempo.co

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)