Menteri Industri Harapkan Omzet Martina Berto Tumbuh 77 Persen

Maraknya kampanye "Go Green" dan "Back to nature" nampaknya memberi dampak positif bagi PT  Martina Berto, Tbk. Keberadaan industri kosmetik dan produk herbal modern nasional semakin kuat. Hal tersebut diperkuat posisi Indonesia sebagai negara penghasil tanaman obat, kosmetik, dan aromatik kedua setelah Brazil. Efek domino, PT Martina Berto, Tbk. pun terciprat untung.

"Pada tahun 2011, omzet penjualan PT  Martina Berto, Tbk. mencapai Rp600 milyar atau US$75 juta per tahun dan diharapkan meningkat sebesar 77 persen pada tahun 2012," ujar Menteri Perindustrian, Mohamad s. Hidayat. Angka ini memberikan sumbangan yang cukup berarti pada omzet kosmetik nasional dan produk herbal modern. Tahun 2011, kosmetik nasional meraih omzet hingga Rp7 triliun sedangkan omzet produk herbal nasional mencapai 11 triliun rupiah.

Dalam Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik PT  Martina Berto, Tbk di Cikarang, MS Hidayat mengungkapkan bahwa saat ini Martha Tilaar Group telah menguasai 18 persen industri kosmetik nasional. Selain itu, industri yang berdiri sejak 1970 ini juga menguasai 25 persen produk herbal nasional.

Corporate Secretary PT Martina Berto Tbk, Desril Mochtar mengatakan, "2011 lalu revenue kita Rp 648 miliar. Tahun ini target kita Rp750 miliar."

Tak hanya peningkatan target revenue, Desril pun mengungkapkan bahwa perusahaannya juga akan menaikkan prosentase ekspor 5 persen hingga 5 tahun mendatang. Kenaikan juga terjadi pada penjualan PT Martina Berto, Tbk. Kuartal pertama 2011 penjualannya mencapai Rp131 miliar. Tahun ini penjualan kuartal pertamanya naik hampir 10 persen yaitu Rp144 milyar.

Rencananya, tahun ini PT Martina Berto, Tbk juga akan membagikan devidennya hingga 30 persen. "Kita tunggu tanggal mainnya saja," kata Brian Tilaar, Direktur Utama Martina Berto.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)