Menyeimbangkan Inovasi dan Efisiensi Demi Kemajuan Perusahaan

Inovasi dan efisiensi merupakan dua hal penting dalam suatu perusahaan. Sayangnya kedua hal ini seringkali dimaknai secara terpisah, padahal keduanya memiliki peranan yang amat penting dalam memajukan perusahaan. Menurut Mardi Wu, Presiden Direktur PT Nutrifood Indonesia, memaparkan bahwa setidaknya ada tiga tahapan yang terjadi pada suatu perusahaan terkait dengan perjalanan hubungan inovasi dan efisiensi ini.

Mardi Wu, Presiden Direktur Nutrifood Mardi Wu, Presiden Direktur Nutrifood

Pertama, saat pertama kali suatu perusahaan itu berdiri, mereka memiliki keunggulan dengan berbagai produk inovatif yang sangat kuat dipasaran. Mereka juga sangat kreatif dan mampu menciptakan berbagai inovasi. Kekurangan mereka adalah manajemen yang tidak efisien.

Tahap kedua, biasanya perusahaan semakin bertumbuh dan membutuhkan berbagai profesional untuk membantu mengembangkan perusahaan. Di sini sistem pun mulai menjadi lebih baik dan fokus pun berpindah menjadi efisiensi sehingga inovasi pun mulai berkurang.

Pada tahap ketiga, perusahaan sudah semakin besar dan maju namun berhenti pada tahan efisiensi saja. Hal ini karena mereka sudah mulai berbenturan dengan berbagai macam kebijakan seperti SOP, proses regulasi yang ketat, dan masih banyak lagi.

Perusahaan besar yang tidak berinovasi, nantinya akan kalah dengan perusahaan baru yang memiliki banyak inovasi,
Kini, mulai banyak perusahaan besar yang berusaha untuk mengembangkan inovasi, untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan mereka. Perusahaan nasional Nutrifood merupakan salah satu perusahaan yang hingga saat ini masih bertahan dengan berbagai produk inovasi.

Menurut Mardi , dalam berinovasi membutuhkan efisiensi yang ketat. “Awal-awal sangat sulit, keuangan sangat konservatif, perhitungannya detail, ada perencanaan yang rinci sehingga efisiensi amat diperhitungkan," jelasnya.

Padahal biasanya orang kreatif tidak terlalu perduli dengan keuangan tapi di Nutrifood, semua orang harus tahu dan belajar mengenai keuangan dan bagaimana mengelolanya secara sistematis. Semua ini justru membuahkan hasil yang sangat bagus dan Nutrifood terbukti mampu melewati berbagai tantangan.

Sejak pertama kali masuk di Nutrifood sebagai management trainee, karyawan diajarkan bagaimana caranya mengelola keuangan dan pentingnya inovasi bagi kemajuan perusahaan. Hal ini untuk menumbuhkan kesadaran, agar tidak merasa bagiannya saja yang paling penting.

Mardi  pun mengakui bahwa tantangan yang dihadapi untuk menghidupkan inovasi cukup berat, karena itu artinya kultur perusahaan harus diubah. Salah satu usaha yang ia lakukan adalah dengan melakukan sistem open space di kantor. Sekat-sekat yang membatasi setiap ruangan pun harus dibuka.

Ini bukanlah pekerjaan yang mudah. “Awalnya banyak manajer yang protes, sehingga harus diberikan pengertian pun secara pelan-pelan. Akhirnya mereka bisa mengerti”, dia menambahkan keterangannya.

Mardi pun berhasil melakukan sistem tersebut. Usaha yang ia lakukan 7 tahun yang lalu ini membuahkan hasil yang memuaskan. Kini, kultur baru yang diharapkan tumbuh, karyawan merasa lebih bebas dalam menyuarakan pendapatnya dan atasan pun terbuka terhadap bawahannya.

Hal ini sangat memengaruhi cara kerja karyawan, seperti lebih bebas dalam menyuarakan pendapat dan muncul berbagai ide baru dalam membuat atau mengelola sebuah produk. Mereka pun sering mengadakan diskusi dalam menentukan langkah selanjutnya agar produk yang diusulkan benar-benar berjalan. Sistem open space pun secara keseluruhan mengubah cara berfikir dan bekerja para karyawan Nutrifood. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)