Minim Pasokan, SDM Syariah Jadi Idola

Kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) perbankan syariah rata-rata sekitar 11.000 per tahun. Sayangnya, institusi formal pendidikan di Indonesia hanya mampu memasok SDM ekonomi dan keuangan syariah sebanyak 3.750 orang per tahun.

"Saat ini jumlah SDM syariah masih minim. Pendidikan formal di Indonesia yang konsentrasi terhadap industri perbankan dan keuangan syariah belum cukup memenuhi kebutuhan pasar,” kata Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Yuslam Fauzi di Jakarta, Selasa (29/1).

Karena adanya ketimpangan antara supply dan demand, maka SDM syariah saat ini menjadi idola, menjadi buruan terutama oleh industri perbankan yang semakin gencar dengan lini bisnis syariahnya. Seperti diketahui, pertumbuhan di industri ini mencapai angka yang fantastis, yakni 40%. “Ini menjadi tantangan besar bagi perbankan syariah,” katanya.

Untuk mengimbangi ketimpangan supply-demand tersebut, perbankan syariah diharapkan tak hanya mengandalkan pasokan SDM dari institusi formal atau malah mengambil jalan pintas dengan membajak SDM bank lain.

Bank syariah juga harus fokus untuk mendidik SDM secara mandiri agar sesuai dengan standar kompetensi industri. Apalagi, saat ini masih minim perguruan tinggi Fakultas Ekonomi (FE) yang memiliki program studi dengan jurusan syariah.

Berbeda dengan SDM bank konvensional yang berlimpah ruah, SDM syariah juga harus menjemput bola dan mampu menyampaikan instrumen syariah kepada masyarakat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)