Misi Bangun Luxurious Batik House, Ekspansi Ritel Iwan Tirta Tak Tergesa

 

Era Soekamto (kiri) dan Johannes Bima (kanan)

Meski sudah beranjak ke galeri ke-8 kini, Johannes Bima, CEO PT Iwan Tirta, menyatakan bahwa pihaknya tak ingin buru-buru mengembangkan bisnis. “Melirik ke luar kota? Ya karena ingin mendekat pada konsumen. Tapi, tidak boleh salah langkah,” kata Bima pada SWA online (4/6).

Bima mengeluarkan pernyataan tersebut dalam pembukaan gerai pertama Iwan Tirta Private Collection Signature sekaligus gerai ke-8 milik PT Iwan Tirta. Sebelumnya, PT Iwan Tirta sudah membuka 7 galeri dengan judul koleksi Iwan Tirta Private Collection. Yang ke-8 ini berlokasi di lantai dasar Plaza Senayan, seluas 59 meter persegi, bersanding dengan berbagai merek asing.

Iwan Tirta Private Collection Signature merupakan format tersendiri yang mengedepankan produk masterpiece Iwan Tirta. Koleksi Signature ini merupakan busana siap pakai (prêt-à-porter), mencakup gaun, kemeja laki-laki, busana pengantin, termasuk kain panjang. Kekhasannya muncul dalam ragam batik 2 sisi dan batik prada. Sekadar ilustrasi, sepotong gaun Signature Iwan Tirta dijual Rp8.000.000, sedangkan sehelai kain panjang 3,5 meter dihargai Rp8.800.000.

Era Soekamto

Era Soekamto, Creative Director PT Iwan Tirta, melengkapi pernyataan Bima. “Misi kami adalah membangun luxurious batik house. Ini tidak mudah, jadi harus langkah demi langkah,” imbuhnya. Titik krusialnya timbul saat harus menjalin ikatan dengan konsumen melalui pembangunan sarana fisik galeri dan pengendalian mutu produk.

Sekalipun pelebaran distribusi tak luput dari strategi bisnis mereka, Era ingin pertumbuhan positif galeri batik tersebut lebih difokuskan pada edukasi bagi konsumen tentang makna di balik kreasi maestro Iwan Tirta. “Bukan batiknya yang penting, melainkan makna hinggil di balik itu,” tandasnya. Lebih khusus, ia mengambil tema Royal Wisdom sebagai fokus kampanye merek.

Iwan Tirta Private Collection Signature merupakan merek baru pertama yang dipasarkan PT Iwan Tirta setelah kepergian maestro batik bernama asli Nusjirwan Tirtaamidjaja itu. Adapun PT Iwan Tirta memperingati 1000 hari meninggalnya sang maestro dengan memamerkan seni instalasi berjudul Hasta Brata di Senayan City. Yang lebih eksklusif, perusahaan ini akan menjamu anggota keluarga dari 6 keraton Jawa pada bulan Juli mendatang. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)