Modal Medco Kembangkan Energi Panas Bumi Terbesar di Dunia

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla Unit I telah beroperasi sejak 18 Maret 2017 lalu. Ini adalah akhir dari penantian panjang PT PLN (Persero) mengingat proyek pembangunan PLTP Sarulla Unit I ini telah dimulai 27 tahun lalu. Apa saja modal PT Medco Energi Internasional Tbk untuk menggarap proyek PLTP terbesar di dunia?

“Lama pengembangannya, jadi ini memang kerjanya susah, butuh investasi jangka panjang, waktu panjang, pokoknya nafas panjang deh,” kata Fazil Erwin Alfitri, Presiden Direktur PT Medco Power Indonesia.

Dia mengisahkan, pengembangan energi terbarukan, seperti panas bumi, ternyata jauh lebih sulit dibandingkan energi fosil seperti batubara dan minyak bumi. Meski begitu, teknik eksplorasinya mirip dengan mencari sumber minyak bumi. Sehingga, umumnya yang bisa masuk adalah perusahaan migas.

“Jadi, sebenarnya itu kenapa nggak banyak pemainnya, karena ada resiko eksplorasi yang hanya bisa dicover oleh equity dari pengembang itu sendiri,” ujar dia.

Wilayah kerja panas bumi Sarulla memiliki potensi 1000 MW. Selain PLTP Sarulla unit I, Medco bersama mitranya ‎juga sedang mengembangkan PLTP Sarulla unit II berkapasitas 110 MW yang ditargetkan bisa beroperasi September 2017 dan ‎PLTP Sarulla Unit III yang akan beroperasi pada dua bulan lagi.

Fazil menjelaskan, PLTP Sarulla pertama kali dieksplorasi oleh perusahaan asing, yakni Unocal, pada tahun 1991 silam. Sayang, proyek ini terhenti karena krisis moneter 1997. Padahal, mereka telah berhasil menemukan lokasinya. Proyek ini kemudian dilepas ke PLN pada 2003, untuk kemudian ditenderkan oleh BUMN setrum tersebut.

“Nah, kami baru mulai efektif mengembangkannya tahun 2007. Jadi, 10 tahun kemudian baru bisa beroperasi. Potensinya sangat besar. Kami sudah diminta pemerintah melakukan ekspansi di Sarulla. Itu mungkin baru bisa kami operasikan tahun 2025,” kata dia.

Dia yakin energi terbarukan akan sangat menguntungkan di masa mendatang karena minyak bumi, batubara, dan gas bumi akan habis. Medco harus menjadi pionir untuk mengembangkan sektor ini karena listrik adalah bisnis jangka panjang. Jika terus memikirkan minyak bumi, perekonomian nasional akan terus tertekan.

“Jadi, mikirnya buat 20, 40, 60 tahun ke depan. Minyak bumi sudah habis masanya, sekarang Indonesia sudah masuk 15 besar pengimpor minyak. Maka itu, kami mulai dari sekarang,” katanya. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)