Mondelez Investasikan US$ 1 Juta untuk Pengembangan Kopi di Indonesia

Mondelez International menginvestasikan US$200 juta untuk memberdayakan satu juta petani kopi di beberapa negara penghasil kopi hingga tahun 2020. Maklum, perusahaan ini merupakan salah satu pembeli biji kopi terbesar dan Indonesia menjadi perhatian utama dari program Coffe Made Happy. Dari total US$200 juta, pengembangan kopi di Indonesia setidaknya akan menghabiskan sekitar US$1 juta. Diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut, produksi kopi dapat meningkat dan kesejahteraan petani kopi juga ikut terdongkrak.

Simon Talbot, Direktur Mondelez International, mengatakan bahwa pangsa pasar kopi yang besar di Asia Tengarara membuat Mondez International ingin berinfestasi di Indonesia. Menurutnya, untuk menikatkan kualitas produk tidak hanya fokus pada manufaktur saja, tapi harus fokus pada petani kopinya. “Kami lebih fokus pada bagaimana caranya menghasilkan jumlah yang banyak dengan lahan yang sedikit,” kata Simon.

mondelez

Simon juga mengatakan alasan Mondelez fokus di Indonesia karena tidak hanya menghasilkan biji kopi, tapi juga cokelat dan minyak sawit. “Adanya tiga produk ini membuat Indonesia menjadi tempat yang cocok untuk produksi,” paparnya.

Geraldine O’Grady,Global Coffe Sustainability Manager, Mondelez International, menjelaskan, dengan dilaksanakannya program Coffee Made Happy adalah untuk membantu generasi petani selanjutnya. “Bagaimana memperdayakan petani dengan lebih baik, itulah tujuan kami,” kata Geraldine.

Mondelez International memberikan dukungan kepada petani kopi Indonesia dengan cara membuka pusat pelatihan petani di Semendo, Lampung. Pusat pelatihan ini merupakan hasil kerja sama Mondelez dengan organisasi swasta di Indonesia.

Lembaga ini nantinya akan memberikan pelatihan langsung kepada 3.000 petani berskala kecil. Para petani tersebut akan mendapatkan pelatihan mulai dari teknik pengolahan dan pengendalian kualitas, hingga pengembangan dan implementasi rencana bisnis yang efektif. “Dengan bantuan dari mitra kami, para petani dapat belajar bagaimana caranya meningkatkan hasil produksi kopi dan menjalankan pertanian mereka layaknya perusahaan,” ujar Geraldine.

Geraldine juga mengatakan bahwa jumlah kopi yang dihasilkan per hektarnya di Indonesia jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan Vietnam. “Hasil kopi per hektar di Indonesia hanya sepertiga bila dibandingkan dengan Vietnam,” ungkapnya. Oleh karena itu, Mondelez mencoba untuk meningkatkan produksi kopi dengan memberikan pelatihan melalui pusat pelatihan kopi di Semendo.

Pusat pelatihan petani di Semendo merupakan pusat pelatihan petani kopi pertama yang didirikan. Geraldine berharap dengan adanya pusat pelatihan tersebut, dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia yang juga terdapat lahan pertanian kopi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)