New Normal Pascapandemi dan Remote Working Tidak Bisa Dipisahkan

Co-Working Space. Dok: Rian/SWA

Salah satu komponen new normal yang akan dihadapi perusahaan pasca

pandemi adalah remote working. Dilansir dari artikel di Majalah SWA, CEO TwoSpaces Ronni Sofrani, mengemukakan, menerapkan remote working pada perusahaan artinya mengubah budaya dan cara kerja di perusahaan tersebut. Salah satu hambatan terbesar adalah kurangnya rasa kontrol terhadap para pekerjanya.

Kevin Sneader dari McKinsey dan Shubham Singhal dari Detroit menjabarkan remote working bukan hanya memberikan fasilitas laptop kepada karyawan, tapi juga memindahkan ritme kerja di kantor menjadi ke rumah, termasuk jam kerja yang terukur.

Kevin dan Shubham merumuskan, kolaborasi, fleksibilitas, inklusi, dan akuntabilitas telah lama menjadi topik perbincangan dunia kerja, namun implementasinya perlu diakselerasi terutama dalam menghadapi new normal.

Dikutip dari Forbes, report terkini Gartner menunjukkan karyawan akan cenderung memilih opsi work from home ketika pandemi usai. Dari data Gartner, 74% responden Chief Financial Officer (CFO) akan memindahkan 5% pekerjaan dari on site menjadi remote.

“Sebagian besar Chief Financial Officer, menyadari teknologi dan lingkungan telah memperluas cakupan pekerjaan yang bisa dikerjakan secara remote,” kata  Peneliti Gartner finance Practice, Alexander Bant.

Dengan remote working, perusahaan dapat menghemat biaya tempat kerja. Report Global Workplace Analytics yang ditulis di Forbes menunjukkan penghematan rata-rata USS 11.000 per paruh waktu dari pekerjaan yang dikonversi ke virtual. Forbes menjabarkan, ada tiga hal yang membedakan pekerjaan on site dan remote working yaitu ketersediaan virtual workplace, komunikasi asinkron, dan pelacakan hasil kerja. Elemen-elemen inilah yang menentukan remote working dan mendefinisikan new normal

Ted Conferences, penyelenggara konferensi dan webcaster telah membuat ruang kerja virtual sehingga orang-orang bisa saling bertemu. Sementara Zapier membuat random video yang mensimulasikan orang-orang bertemu di tempat kerja padahal sesungguhnya mereka bekerja di rumah. Dengan demikian, bisnis akan berubah saat new normal dan kecil kemungkinannya untuk kembali seperti sediakala.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)