OJK Dorong Penerbitan Sukuk Berdenominasi Rupiah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pemerintah yang mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan Indonesia mendorong minat emiten di Indonesia untuk menerbitkan sukuk berdenominasi Rupiah untuk pembiayaan infrastruktur di Indonesia.

20160303_113608-640x480Selama lima tahun terakhir, sukuk di Indonesia tumbuh dengan sangat baik. Tercatat total pengeluaran suku korporasi sudah tumbuh hingga 39,05% pada tahun 2015 lalu. Di akhir 2015, terdapat 47 sukuk koorporasi terkemuka dengan total jumlah Rp 9.9 triliun (US$ 761.54 juta dengan kurs US$1= Rp 13.000).

Walaupun market share dari sukuk korporasi masih di bawah 5%, data menunjukkan bahwa pertumbuhan sukuk lebih baik dibandingkan perusahaan obligasi dari tahun 2014 ke 2015 yang pertumbuhannya 7,73%. Namun, dalam lima tahun terakhir, pergerakan sukuk terbilang fluktuatif dibandingkan obligasi konvensional.

Meskipun demikian, Sarjito, Commissioner Deputy of Capital Market Supervision, mengatakan optimismenya terhadap sukuk korporasi ini. Hal ini disebabkan sukuk mempunyai potensi pertumbuhan yang sangat besar dan akan menjadi keuntungan yang kompetitif.

Menurut Sarjito, terdapat beberapa hal yang menjadi alasan bahwa sukuk koorporasi akan mengalami peningkatan. Pertama, industri keuangan syariah tumbuh dengan sangat cepat. Kedua produk keuangan syariah menjadi pilihan yang tepat bagi Indonesia maupun bagi luar negeri. Banyak negara yang memilih sukuk untuk kebutuhan pendanaan mereka. dan yang ketiga, skema pendanaan sukuk terbilang stabil untuk pendanaan infrastruktur yang dapat digunakan oleh negara.

Salah satu bentuk dukungan OJK terhadap sukuk berdenominasi Rupiah ini adalah mengambil langkah strategis untuk menaikkan pertumbuhan market permodalan syariah. OJK membangun roadmap Islamic Capital Market untuk periode 2015-12019. Roadmap yang ada ini akan menjadi petunjuk bagi OJK dan stakeholder untuk membangun industri dalam 5 tahun ke depan.

Langkah strategis yang ditempuh OJK antara lain: pertama, penguatan regulasi dari produk , institusi dan produk yang berkaitan dengan Islamic Capital Market. Kedua, meningkatkan permintaan dan penawaran dari produk Islamic capital Market. Ketiga, membangun sumberdaya manusia dan informasi teknologi dalam Islamic Capital Market. Keempat, meningkatkan promosi dan pendidikan dalam Islamic captal Market. Serta yang kelima adalah berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak regulator yang berhubungan dalam upaya mebuat sinergi diantara kebijakan dalam pembagunan Islamic capital market. (EVA)

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)