Onda Berakar pada Inovasi

Peralatan rumah tangga, seperti keran air, tentu sangat penting artinya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terkesan remeh, berapa banyak air bersih yang terbuang percuma setiap harinya dari keran yang bocor. Saat musim kemarau dan sungai-sungai tengah kering seperti saat ini, penghematan air adalah langkah yang bijak. Namun, memilih keran air yang bagus tidak semudah membalikkan tangan.

Presiden Direktur PT Onda Mega Industri, Heru S. Gusti, mengatakan, Onda menawarkan produk yang inovatif dan mengedepankan kualitas. Langkah itu diambil agar konsumen selalu mengingat merek Onda. Dengan demikian, pola pemasaran paling mujarab yakni dari mulut ke mulut (word of mouth) bisa berjalan bagus.

“Kedua, kami memanfaatkan media-media seperti papan nama toko dan juga iklan di media cetak. Kami juga mengikuti pameran-pameran yang langsung berhubungan dengan konsumen. Konsultan pun kita ada. Di Jakarta Fair yang sebulan itu juga kita mengadakan pameran,” kata dia.

Yang tidak kalah penting, lanjut dia, adalah distribusi produk. Sulit hanya mengandalkan barang berkualitas tanpa didukung jaringan distribusi yang kuat. Ketersediaan barang di jaringan toko di seluruh penjuru Tanah Air juga sangat menentukan tingkat penjualan.

HeruSGusti (2)

Menurut dia, perseroan rutin menggelar survei di kota-kota besar untuk mengukur brand awareness. Sejak tahun lalu, Onda juga menggunakan maskot karakter pekerja ledeng lengkap dengan topi dan baju wearpack agar lebih menancap di benak konsumen. Maskot itu dipulas dengan warna kuning dan biru yang mencolok.

“Kalau lihat di toko, ada warna kuning-biru, itu khas Onda. Itu yang orang selalu ingat. Selain itu, nama brandnya sendiri sudah khas dan simpel, tidak terlalu ke luar negeri dan tidak lokal juga. Nah, itu membuatnya mudah diingat,” katanya.

Agar tidak kalah dengan kompetitornya, lanjut Heru, perusahaan rutin melakukan inovasi demi menciptakan produk yang beragam, berkualitas, dan juga desain yang menarik sesuai perkembangan zaman. Lewat media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, manajemen memantau keinginan dan keluhan konsumen.

Selanjutnya, kepuasan dan loyalitas konsumen juga bisa diukur lewat pembelian berulang. Produk Onda yang awalnya hanya sekitar 10 jenis, kini sudah ribuan jenis yang diperuntukkan untuk kelas bawah, menengah, dan atas. Tak heran, Onda menjadi merek keran air yang melejit di pasar sanitary ware.

“Bagi kita yang paling penting adalah word of mouth, bagaimana pelanggan meyakinkan pelanggan yang lain kalau produk kami paling bagus. Portofolio kami, selain bagus juga bergaransi dan sudah banyak dipakai di perumahan dan apartemen,” ujarnya.

Strategi promosi yang juga penting adalah dari sisi harga yang kompetitif dan terjangkau. Jaringan distribusinya juga sudah tersebar di seluruh Indonesia. Produk Onda juga tidak murah karena menyasar kelas menengah ke atas. Tapi, Heru tidak kehabisan akal dengan melahirkan merek lapis dua, yakni D’cota untuk menyasar pasar yang lebih bawah dan tidak bisa disentuh dengan Onda. (Reportase: Raden Dibi Irnawan)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)