Oppo Gandeng 6.000 Dealer di 50 Kota

Oppo baru dua tahun hadir di Indonesia. Tapi, jaringan penjualan, termasuk service center mereka jangan ditanya. Semua itu dilakukan untuk menangkap potensi menggiurkan di pasar kelas menengah. Asisten CEO Oppo Indonesia Effendy Phoa yakin perseroan bisa melakukan penetrasi pasar seluas mungkin dengan bantuan 6.000 dealer yang tersebar di 50 kota di Indonesia, serta jaringan 39 spot service center.

“Kami berusaha memberi lebih banyak service center, bukan hanya untuk urusan ponsel bermasalah, bahkan calon pembeli pun bisa mendapatkan informasi awal dari service center. Selain itu, kami juga menggarap pola distribusinya, agar stok selalu ada di setiap toko atau dealer yang menjual produk kami,” katanya.

Asisten CEO Oppo Indonesia, Effendy Phoa Asisten CEO Oppo Indonesia, Effendy Phoa

Menurut dia, Oppo memang menyasar segmen menengah ke atas, mulai dari seri Fine 5, Fine 7, N3, N1, hingga yang terbaru R7. Pasar smartphone di Indonesia masih sangat besar meski sudah disesaki banyak pemain. Untuk menangkap pasar yang besar ini, perseroan aktif beriklan lewat internet, misalnya lewat Youtube, karena lebih tepat sasaran. Segmen kelas menengah lebih sering mengupdate informasi melalui internet dan media sosial ketimbang melihat TV, membaca koran, atau majalah.

“Kami juga punya komunitas, O Fans. Mereka sering melakukan gathering, sharing ilmu dan momen-momen terbaik. Dari mereka, kami mendapat dukungan testimoni untuk produk baru kami. Mereka juga memberi banyak masukan membangun untuk memperkaya strategi pemasaran perseroan,” katanya.

Effendy menjelaskan, Oppo membekali tenaga penjual yang ada di setiap dealer dan service center dengan pengetahuan umum seputar dunia teknologi gadget baik hardware maupun software, selain tentu saja knowledge product yang dijual. Dengan demikian mereka mampu menjawab pertanyaan kritis dari calon pembeli. Pelanggan yang datang biasanya tak hanya menanyakan harga tapi telah memiliki referensi dan informasi lain terkait gadget yang diinginkan, termasuk spesifikasinya. Semua itu bisa diperoleh dengan bertanya pada teman-teman di jejaring sosialnya maupun riset di internet.

“Sehingga, kami yakin pelanggan yang datang bisa mendapatkan gadget yang sesuai dengan kebutuhannya. Kami yakin masih kompetitif karena telah memberikan pelayanan dan didukung dengan produk kami yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kelas menengah atas di Indonesia,”
ujarnya.

Dia menambahkan, ponsel untuk masyarakat kelas menengah ke atas sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Di tengah aktivitasnya yang padat, mereka juga dituntut untuk selalu terhubung dengan rekan kerja, klien, kerabat, dan juga keluarga. Untuk itulah diperlukan smartphone dengan beragam fitur yang bermanfaat untuk pekerjaan maupun hiburan. Ia mencontohkan produk barunya R7 dan R7 plus yang memiliki unibody metal dan kapasitas batere yang besar.

“Mereka juga tak mau lagi kompromi dengan kecepatan koneksi internet. Untuk produk terbaru R7, kami menggunakan Operating system ColorOS V2.1, CPU kami pakai Qualcomm Snapdragon 615. RAM 3 GB dan sudah 4G,” katanya. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)