Optimisme Rekind Menggarap Proyek 35.000 MW

Potensi swasta dalam menyukseskan program listrik 35.000 MW dibuka seluas-luasnya. Dari sebanyak 35.000 MW tersebut, sekitar 30.000 MW diserahkan kepada pengembang listrik swasta. Maklum perusahaan pelat merah, PT PLN (Persero) memang tidak mungkin bila dibiarkan mengerajakan sendiri mega proyek tersebut. Bayangkan saja perkiraan dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan program tersebut tak kurang dari Rp Rp 1.127 triliun.

Berbagai perusahaan swasta berlomba-lomba menyatakan minatnya untuk bisa ikut menggarap mega proyek yang ditargetkan rampung pada tahun 2019 tersebut. Salah satunya adalah PT Rekayasa Industri (Rekind), perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Pupuk Indonesia Holding Company. “Rekind saat ini berperan aktif untuk mengikuti proses tender yang tengah berlangsung dalam tahapan pelaksanaan proyek-proyek tersebut,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Rekayasa Industri  Wilka Osca dalam emailnya kepada SWA Online.

Ia pun tak menampik peluang yang besar dari segi bisnis ketika menggarap proyek pembangkit listrik. Meski tak menyebut besaran angka, Osca memastikan kontribusi pendapatan dari sektor pembangkit listrik cukup menjanjikan. “Bagi Rekind, kontribusi pendapatan dari sektor pembangkit listrik cukup untuk mendukung pertumbuhan perusahaan saat ini.,” ujarnya.

Hanya saja memang ada beberapa tantangan yang harus dihadapi ketika mengerjakan proyek pembangkit listrik. Tantangan paling utama ialah mengenai ketersediaan lahan dan kesiapan pendanaan. Isu ketersediaan, menurut dia kerap menjadi isu yang sensitif dan berpotensi menjadi konflik bila tidak di manajemen dengan baik. Sementara dari sisi pendanaan hampir semua pemain di sektor pembangkit listrik, kesulitan memperoleh pinjaman. “Untuk proyek pembangkit dengan kapasitas lebih dari 100 MW sangat sulit mendapatkan pendanaan melalui skema ECA (Export Credit Agency) yang sangat menitikberatkan nilai manfaatnya,” ujarnya.

Secara rekam jejak, Rekin bisa dibilang bukan pemain baru dalam proyek kelistrikan. Rekin pernah mengikuti proyek-proyek listrik yang diadakan sebelumnya seperti Fast Track Program I dan Fast Track Program II. Bahkan,pada proyek PLTP Kamojang 5 yang baru diresmikan oleh Presiden Jokowi pada bulan Juli lalu, Rekin berhasil menyelesaikan pembangunan proyek lebih cepat dari yang telah ditetapkan di kontrak. “Rekin selalu mengutamakan performa terbaiknya dalam menggarap proyek listrik, termasuk proyek listrik pemerintah sebelumnya, yaitu Fast Track Program I dan Fast Track Program II,” ujarnya.

RekinTabel

Secara prosedur dan birokrasi, ia mengatakan sebenarnya tak begitu sulit untuk mengikuti tender proyek 35.000 MW. Administrasi yang dipersyaratkan tidak berbeda jauh dengan proses tender pada umumnya. Hanya saja terdapat ketentuan bahwa satu manufakturur hanya dapat mendukung satu bidder. “Dengan ketentuan ini, pilihan equipment untuk para bidder akan sangat terbatas.”

PLN Tabel Proses Pengadaan Pengembangan Listrik Swasta

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)