Otoritas di Generali Bikin Nyaman Karyawan

Ada banyak cara untuk membuat karyawan menjadi nyaman bekerja dan produktif. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) punya caranya sendiri. Pertama, menyiapkan alat-alat (tools) yang membantu karyawan.

Misalnya, pemberian laptop untuk karyawan yang sering presentasi. Kedua, melibatkan karyawan dalam membuat keputusan sesuai wilayah kerjanya. “Terakhir, memberikan mereka otoritas untuk mengambil keputusan sesuai keahlian mereka,” katanya.

Meski begitu, komunikasi antara manajemen dan karyawan terus dijaga baik agar target yang dicanangkan bisa tercapai. Bentuknya bisa macam-macam, seperti CEO Message, Management Meeting, Leaders Meet Together, Group Corner, dan Generali Day.

Achmad Zakaria, Talent & People Dev. Head PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (tengah) Achmad Zakaria, Talent & People Dev. Head PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (tengah)

“Pertama, CEO bicara di hadapan seluruh karyawan. Kedua, pertemuan seluruh jajaran manajemen. Ketiga, rapat bulanan antara manajemen dan Dept Head membahas engagement atau isu leadership lainnya. Terakhir, setahun sekali membahas strategi perusahaan,” kata Achmad Zakaria, Talent & People Dev. Head Generali.

Untuk karyawan yang berprestasi, lanjut dia, akan ada penghargaan yang bentuknya beragam. Seperti tunjangan khusus, kenaikan gaji, uang tunai, cincin penghargaan yang sifatnya berupa material, serta non material seperti tambahan cuti tahunan. Soal gaji, perusahaan tak bisa main-main. Karyawan mendapat gaji di atas rata-rata pasar jika mampu melakukan pekerjaan melebihi tugas yang diberikan.

“Generali memiliki sebuah system yang disebut Generali Performance Management Cycle yang mengatur bagaimana kinerja perusahaan dan individu. Sistem ini dikembangkan berbasis Balance Score Card, dimulai dari penentuan objektif unit hingga individu di awal tahun hingga penilaian di akhir tahun,” katanya.

Generali memiliki sebuah system yang disebut Generali Performance Management Cycle yang mengatur bagaimana kinerja perusahaan dan individu. Sistem ini dikembangkan berbasis Balance Score Card, dimulai dari penentuan objektif unit hingga individu di awal tahun hingga penilaian di akhir tahun.

“Untuk mengetahui sebesar besar tingkat engagement karyawan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Generali baru saja menggelar Global Engagement Survey yang mengukur pendapat karyawan terhadap 16 aspek engagement,” katanya.

Hasilnya?

Ada beberapa aspek yang dinilai baik oleh karyawan. Seperti aspek kompensasi dan benefit, termasuk program recognition. Senior leader punya visi dan strategi yang terancang baik. Terakhir, pemahaman tentang arah dan tujuan perseroan. (Reportase: Raden Dibi Irnawan)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)