Pajak Tembus Rp 1.000 Triliun, Pengamat: Ini Tidak Alami

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan penerimaan pajak per 25 Desember 2015 yang berhasil menembus Rp 1.000 triliun tidak terjadi alamiah. Sebabnya, lonjakan penerimaan pajak terjadi pada akhir tahun. “Kalau alami, seharusnya dari dulu grafiknya tidak datar,” katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 28 Desember 2015.

Menurut Prastowo, ada kedekatan personal yang membuat penerimaan pajak akhir tahun meningkat. Ia memperkirakan pemerintah sebagai pemilik data pembayar pajak melakukan pendekatan dan mengimbau mereka membayar pajak. “Bisa juga isu reshuffle menjadi pendorong akhir tahun,” ucap Prastowo.

foto: www.pajak.co.id foto: www.pajak.co.id

Sebab, kata Prastowo, keberhasilan Menteri Keuangan diukur dari serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta penerimaan pajak. Pasca mundurnya Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito, kredibilitas Menteri Keuangan dipertaruhkan. Terlebih, penerimaan pajak yang ditargetkan pemerintah sebesar 95 persen belum tercapai.

Meski demikian, kata Prastowo, tindakan Menteri Keuangan menaikkan pendapatan pajak patut diapresiasi. “Seharusnya dilakukan dari dulu,” ujarnya. Menurut dia, seandainya hal ini dilakukan sejak awal semester dua, pasti pendapatan hingga hari ini lebih besar.

Dilansir dari Antara, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan realisasi penerimaan pajak per 25 Desember 2015 berhasil menembus Rp 1.000 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia. Jumlah itu juga di atas realisasi penerimaan pajak 2014 sebesar Rp 982 triliun.

Prastowo pesimistis pemerintah bisa mencapai 85 persen dari target penerimaan pajak hingga akhir tahun. Sebab, waktu tinggal empat hari lagi. “80 persen mungkin bisa,” ujarnya.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)